Tenteng Kantong Plastik Berisi Bayi Menangis, Ibu 6 Anak Ditangkap Polisi

Rima Sekarani Imamun Nissa

Kamis, 10 September 2020 | 11:50 WIB
Tenteng Kantong Plastik Berisi Bayi Menangis, Ibu 6 Anak Ditangkap Polisi
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang ibu enam anak ditangkap polisi gara-gara memasukkan bayinya ke dalam kantong plastik. Dia tetap diamankan petugas meski mengaku hanya ingin mengajak sang anak jalan-jalan.

Melansir Daily Star, Kamis (10/9/2020), seorang saksi mengaku curiga ketika melihat seorang ibu berjalan-jalan di wilayah Kyiv, Ukraina, sambil seolah sedang menyanyikan lagu pengantar tidur untuk tasnya.

Kecurigaan saksi semakin bertambah setelah mendengar suara tangisan bayi dari dalam tas. Dia pun berusaha mendekat dan menanyai sang ibu tentang isi tas tersebut.

"Aku mendekatinya dan bertanya apakah aku bisa melihat ke dalam tas. Dia berkata 'tidak' dan bergegas pergi. Aku melaporkan wanita itu ke polisi," kata saksi itu.

Ilustrasi belanja di mal [shutterstock]
Ilustrasi menenteng tas belanjaan. [shutterstock]

Dalam video yang kemudian viral di wilayah setempat, wanita yang tidak disebutkan namanya itu tampak bersikap defensif saat polisi menghampirinya.

"Tinggalkan dia sendiri. Dia masih hidup. Dia baik-baik saja," kata ibu berusia 29 tahun tersebut.

Cuaca hari itu disebut mencapai 30 derajat celcius. Sementara, para saksi menganggap si bayi yang ternyata berjenis kelamin laki-laki tersebut menggunakan pakaian tebal dan mungkin saja tak bisa bernapas dengan baik di dalam tas.

"Dia bisa mati lemas di dalam tas," ungkap salah satu saksi.

Saksi lain menambahkan, "Anak itu terbungkus jaket musim dingin. Dia basah kuyup."

baca juga

Meski sempat mendapat penolakan, polisi akhirnya mengeluarkan si bayi dari dalam tas dan mengamankan ibunya. Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan medis.

"Kami memasukkan anak itu ke dalam mobil kami sambil menunggu ambulans," ujar petugas kepolisian bernama Maksim Kravchuk.

Sementara itu, si ibu mengaku memasukkan bayi ke dalam tas plastik karena tidak punya kereta dorong bayi untuk jalan-jalan.

Wanita itu juga mengatakan bahwa dirinya baru-baru ini datang dari Kota Odessa dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan di Kyiv. Namun, dia kini malah menghadapi tuntutan denda karena dinilai tidak memenuhi tugas sebagai orangtua yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teriak Histeris! Viral Ibu dan Balita Dalam Mobil Diserang di Menteng

Teriak Histeris! Viral Ibu dan Balita Dalam Mobil Diserang di Menteng

News | Selasa, 08 September 2020 | 19:16 WIB

Jadi Guru di Rumah, Oki Setiana Dewi: Ibu Enggak Boleh Gaptek

Jadi Guru di Rumah, Oki Setiana Dewi: Ibu Enggak Boleh Gaptek

Health | Selasa, 08 September 2020 | 16:10 WIB

Gunakan Uang Pemakaman Anaknya untuk Hura-hura, Seorang Ibu Ditangkap

Gunakan Uang Pemakaman Anaknya untuk Hura-hura, Seorang Ibu Ditangkap

News | Selasa, 08 September 2020 | 15:03 WIB

Terkini

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

×