Kasus Corona Melonjak, Yordania Tutup Sekolah dan Tempat Ibadah

Bangun Santoso Suara.Com
Selasa, 15 September 2020 | 09:48 WIB
Kasus Corona Melonjak, Yordania Tutup Sekolah dan Tempat Ibadah
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Yordania mulai Kamis (17/9) akan menangguhkan sekolah selama dua pekan serta menutup tempat ibadah, restoran, dan pasar umum sebagai bagian dari pembatasan lanjutan setelah terjadi lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan itu diambil melalui rapat kabinet saat kerajaan berjuang mencegah penyebaran pandemi yang tak terkontrol, kata juru bicara pemerintah Amjad Adailah.

"Kita hidup dalam kondisi yang tidak biasa," ucap Adailah.

Menteri Kesehatan Saad Jaber mengatakan pemerintah sedang berupaya menghindari penguncian nasional secara ketat seperti pada musim semi. Saat itu, virus terkendali dengan sedikit kasus harian di kalangan 10 juta penduduk.

"Langkah-langkah ini memang keras, tetapi kami berharap hal itu akan mengurangi penularan sekaligus mencegah wabah besar yang akan menyebabkan penguncian total dan menimbulkan dampak bencana," kata Jaber.

Pembatasan COVID-19 dicabut pada Juni. Sementara itu, dua juta anak-anak kembali bersekolah dan penerbangan internasional kembali beroperasi pada September ini.

Akibatnya, sejak Jumat (11/9) infeksi melonjak ke puncaknya yang baru dengan lebih dari 200 kasus per hari.

Pemerintah mencatat 252 kasus baru pada Minggu (13/9), jumlah harian tertinggi sejak virus muncul pada awal Maret.

Hingga kini, Yordania melaporkan 3.528 kasus COVID-19 dan 25 kematian.

Baca Juga: Genap 50 Tahun, Ini Rahasia Cantik dan Awet Muda Ratu Rania dari Yordania

Perdana Menteri Omar al Razzaz mengatakan berharap negaranya dapat menghindari penguncian total.

Ekonomi Yordania kini diprediksi bakal anjlok sekitar lima persen tahun ini, yang berpotensi menjadi penyusutan terbesar sejak 1990.

Para pejabat menyalahkan resepsi pernikahan dan pertemuan sosial dengan kerumunan besar, yang kini dilarang, atas penularan cepat virus corona.

Otoritas juga menerapkan hukuman penjara 14 hari bagi pelanggar aturan COVID-19.

Lebih dari 4.000 kios ditutup karena melanggar aturan kesehatan terkait penggunaan masker.

"Tindakan tak bertanggung jawab dari sejumlah pertemuan dan resepsi pernikahan berdampak pada semua orang," kata Jaber. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI