Bawa Pistol, Seorang Wanita Tangkap Pria yang Diduga akan Bakar Propertinya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 17 September 2020 | 16:30 WIB
Bawa Pistol, Seorang Wanita Tangkap Pria yang Diduga akan Bakar Propertinya
Seorang wanita di Oregon menangkap seorang pria yang diduga akan bakar propertinya.[Facebook]

Suara.com - Seorang wanita di Oregon, Amerika Serikat menahan seorang pria yang diduga ingin membakar rumahnya sambil membawa sepucuk pistol di tengah kebakaran hutan yang masih melanda negara bagian tersebut.

Menyadur New York Post, Kamis (17/9/2020), seorang wanita yang tinggal di Oregon memaksa seorang tersangka pelaku pembakaran untuk tiarap sambil menodongkan senjata.

Wanita tersebut menahannya setelah dia memergoki pria tersebut di propertinya sambil memegang sebuah korek api.

"Apa yang kamu lakukan di properti saya? Apakah Anda menyalakan api?" ujar Kat Cast sambil memegang sepucuk senjata api, menurut sebuah video yang dia posting di Facebook.

Pria tersebut awalnya mengaku bahwa ia hanya lewat di propertinya, namun Kat terus mengkonfrontir pria tersebut menuntut untuk mengetahui mengapa dia membawa korek api.

Akhirnya diamainkan oleh polisi Oregon.[Facebook]
Akhirnya diamainkan oleh polisi Oregon.[Facebook]

"Saya merokok," jawabnya - yang diminta Kat untuk melihat rokoknya. Pria itu kemudian mengakui bahwa dia tidak memilikinya, dan dia menahannya di sana sampai polisi tiba dan menyeretnya dengan borgol.

Penangkapan tersebut terjadi ketika kebakaran hutan yang hebat melanda negara bagian California dan bagian lain di Pantai Barat - dengan asap dari kobaran api sudah mencapai Eropa.

"Jika saya perlu melakukan ini lagi untuk melindungi keluarga dan tetangga saya, saya akan segera melakukannya lagi, kecuali kali ini saya tidak akan sebaik dulu," tulis Kat di postingan Facebook.

Kat menolak berkomentar lebih lanjut tentang insiden itu.

"Saya tidak akan membahayakan keluarga saya dengan mengekspos diri saya lebih dari apa yang telah saya lakukan," tulis Kat.

Belum jelas mengenai apa yang dituduhkan kepada pria tersebut dan tempat kejadian itu terjadi.

Dikutip dari BBC News, si jago merah terus melalap kawasan Oregon, California, Washington selama tiga pekan.

Kantor Manajemen Darurat Oregon (OEM) mengonfirmasi kebakaran telah menewaskan enam orang, tetapi sejumlah pihak memperkirakan jumlah korban jauh lebih tinggi.

Petugas pemadam kebakaran tengah berjuang menghalau 16 titik api besar. Sementara, sekitar 40 ribu orang dievakuasi.

Polusi asap dari kebakaran hutan telah membuat kota terbesar di Oregon, Portland, memiliki kualitas udara terburuk di dunia, diikuti oleh San Fransisco dan Seattel, sebagaimana dilaporkan IQAir.com.

National Interagency Fire Centre menyebut kebakaran AS sejauh ini telah menghanguskan 16,2 meter persegi kawasan, area yang lebih besar dari Connecticut, dalam beberapa pekan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terang-terangan Ingin Bunuh Presiden Bashar Al Assad, Suriah Kecam AS

Terang-terangan Ingin Bunuh Presiden Bashar Al Assad, Suriah Kecam AS

News | Kamis, 17 September 2020 | 09:57 WIB

Cerita Epidemiolog Indonesia di AS yang Kuasai Empat Bahasa Pemrograman

Cerita Epidemiolog Indonesia di AS yang Kuasai Empat Bahasa Pemrograman

Video | Kamis, 17 September 2020 | 10:30 WIB

Kasus Covid-19 Tembus 5 Juta, India Diprediksi Bisa Lewati Amerika Serikat

Kasus Covid-19 Tembus 5 Juta, India Diprediksi Bisa Lewati Amerika Serikat

Health | Rabu, 16 September 2020 | 18:45 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB