alexametrics

Said Didu Ungkap Alasannya Tak Gabung Parpol: Belum Siap Gadaikan Prinsip

Rifan Aditya | Farah Nabilla
Said Didu Ungkap Alasannya Tak Gabung Parpol: Belum Siap Gadaikan Prinsip
Muhammad Said Didu - (Twitter/@msaid_didu)

"Mental saya belum siap menggadaikan dan mendegradasi prinsip hidup saya," ungkap dia.

Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu membeberkan alasannya mengapa hingga saat ini dirinya tidak tergabung dalam partai manapun.

Deklarator Koalasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini memiliki alasan khusus soal prinsip hidupnya yang berbeda dengan prinsip partai politik.

Menurut Said Didu, kepentingan partai politik identik dengan cukong yang bisa membuat prinsip hidupnya tergadaikan.

"Banyak pihak membujuk saya masuk partai.
Jawaban saya: Mental saya belum siap menggadaikan dan mendegradasi prinsip hidup saya demi kepentingan pimpinan parpol dengan cukongnya," jelas Said Didu melalui Twitter-nya, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga: Partainya Dukung Gibran dan Bobby, Fahri Hamzah: Bukan Dinasti

Cuitan Said Didu soal alasannya tidak masuk parpol. (Twitter/@msaid_didu)
Cuitan Said Didu soal alasannya tidak masuk parpol. (Twitter/@msaid_didu)

Said Didu memang selama ini dikenal sebagai tokoh yang aktif melontarkan kritikan-kritikan tajam ke pemerintah Indonesia.

Kariernya dalam kancah birokrat dirintis sejak tahun 1987 kala menjabat sebagai eselon di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPPT).

Pada tahun 1997, Said Didu juga pernah didapuk sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Ia kemudian menjabat sebagai staf Kementerian BUMN sebagai sekretaris. Said didu juga diplot sebagai komisaris di beberapa perusahaan milik negara seperti Komisaris PTPN IV dan PT Bukit Asam Tbk.

Pada periode pertama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Said Didu pernah masuk dalam lingkup pemerintahan sebagai staf khusus Menteri ESDM Sudirman Said.

Baca Juga: Ingatkan Protokol Covid di Pilkada, Bawaslu Bakal Panggil Petinggi Parpol

Pada 13 Mei 2019, Said Didu akhirnya mengundurkan diri sebagai PNS setelah 32 tahun 11 bulan mengabdi kepada pemerintah. Alasan pengunduran dirinya saat itu adalah akar bisa leluasa mengkritik kebijakan pemerintah.

Komentar