Media Asing Soroti Penanganan Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta

Dythia Novianty

Rabu, 23 September 2020 | 05:45 WIB
Media Asing Soroti Penanganan Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta
Antrean calon penumpang KRL di Stasiun Bogor. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

Suara.com - Sejak ibu kota Indonesia, Jakarta, memberlakukan kembali pembatasan jarak sosial (PSBB) pada Senin lalu (14/9/2020), pengemudi ojek Yosef mengalami penurunan pendapatan hariannya lebih dari 80 persen dalam beberapa hari dan ia hanya membawa pulang sekitar Rp 50.000 rupiah.

Di bawah peraturan yang lebih ketat, sebagian besar tempat kerja harus memerintahkan sebagian besar karyawannya untuk kerja dari rumah, dan meskipun pusat perbelanjaan dapat tetap buka, makan di tempat tidak diperbolehkan.

Warga yang tertangkap di luar tanpa masker akan diserahi tugas bakti sosial atau mendapat denda mulai dari Rp 250.000.

Pembatasan akan diberlakukan hingga Minggu mendatang (27/9/2020), tetapi dapat diperpanjang hingga (11 Oktober), jika ada peningkatan signifikan dalam jumlah kasus Covid-19.

"Jangan diperpanjang lagi, kasihan mereka yang dari kelas menengah ke bawah," kata ayah dua anak berusia 38 tahun itu, seraya menambahkan bahwa dia sudah meminjam uang dari tetangganya untuk bertahan hidup.

Tujuh bulan setelah Indonesia melaporkan kasus pertamanya, negara ini berjuang dengan infeksi yang meningkat. Dilaporkan 4.071 kasus baru pada Selasa (22/0/2020), sehingga totalnya menjadi 252.923, dengan 9.837 kematian. Merupakan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara.

Sekitar 10 juta orang tinggal di Jakarta yang padat, sebuah angka yang meningkat menjadi 30 juta jika termasuk wilayah metropolitan di sekitar kota. Dengan seperempat dari semua kasus di Indonesia, ini adalah pusat penyebaran Covid-19 di 34 provinsi di kepulauan itu.

Sementara negara-negara lain telah berhasil memperlambat penyebaran infeksi dengan penguncian parsial (lockdown wilayah).

Jika melihat kebangkitan dalam kasus-kasus ketika mereka dibuka kembali, Indonesia belum melewati puncak gelombang pertama, menurut Mahesa Paranadipa Maikel, Ketua Kesehatan Indonesia Law Society, badan industri pekerja medis dan ahli hukum.

baca juga

"Alasannya berkisar dari implementasi setengah hati dari kebijakan pemerintah pusat dan daerah [hingga] tokoh masyarakat dan pejabat yang tidak mengikuti protokol kesehatan. Jadi masyarakat juga apatis,” kata Mahesa dilansir laman AsiaOne, Rabu (23/9/2020).

Wabah yang mengamuk telah membebani sistem perawatan kesehatan Jakarta, pemerintah kota awal bulan ini mengatakan ruang isolasi di 67 rumah sakit rujukan Covid-19 telah terisi 77 persen, sementara unit perawatan intensif 83 persen penuh.

Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengonfirmasi ada 302 infeksi di antara stafnya pada Jumat lalu. Sementara Menteri Urusan Agama Fachrul Razi dan mantan duta besar negara untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, juga dinyatakan positif.

Sekretaris Pemerintah Kota Jakarta Saefullah pekan lalu menjadi pejabat senior terbaru, yang meninggal karena penyakit itu.

Warganet Indonesia menyesalkan peningkatan kasus yang terus berlanjut, dengan beberapa mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo karena melonggarkan pembatasan sebelumnya terlalu cepat, di belakang ekonomi yang menurun.

Aturan ketat yang diberlakukan pada April, dilonggarkan pada Juni karena PDB negara itu menyusut 5,32 persen pada kuartal kedua, kontraksi pertama sejak 1999.

Dengan pengangguran diperkirakan akan meningkat menjadi 12,7 juta tahun depan, pemerintah telah menyiapkan Rp 695,2 triliun untuk perawatan kesehatan dan stimulus ekonomi untuk rumah tangga.

"Warga Jakarta menjadi kurang disiplin saat pembatasan dilonggarkan," kata Pegawai negeri sipil Anton Febriawan, yang bekerja sebagai petugas hubungan masyarakat di sebuah lembaga keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Putuskan Perpanjangan PSBB, Walikota Serang: Kita Lihat Anggaran

Belum Putuskan Perpanjangan PSBB, Walikota Serang: Kita Lihat Anggaran

Banten | Selasa, 22 September 2020 | 19:36 WIB

Epidemiolog UGM Minta Masyarakat DIY Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

Epidemiolog UGM Minta Masyarakat DIY Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

Jogja | Selasa, 22 September 2020 | 16:20 WIB

Ya Allah 1.236 Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona Selasa Hari Ini

Ya Allah 1.236 Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona Selasa Hari Ini

Jakarta | Selasa, 22 September 2020 | 15:48 WIB

Tak Hanya 14 Hari, PSBB Banten Diperpanjang Jadi Satu Bulan

Tak Hanya 14 Hari, PSBB Banten Diperpanjang Jadi Satu Bulan

Banten | Selasa, 22 September 2020 | 12:15 WIB

Kritik PSBB di Indonesia, Analis: Saya Mohon Maaf Mengatakan Ini

Kritik PSBB di Indonesia, Analis: Saya Mohon Maaf Mengatakan Ini

News | Selasa, 22 September 2020 | 10:57 WIB

Hari Kedelapan PSBB Jilid II, Pasien Corona DKI Tambah Jadi 1.310 Orang

Hari Kedelapan PSBB Jilid II, Pasien Corona DKI Tambah Jadi 1.310 Orang

News | Senin, 21 September 2020 | 21:10 WIB

Terkini

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Sedang Ibadah Umrah, Pelantikan Irjen Dadang Hartanto Sebagai Kapolda Metro Jaya Ditunda

Sedang Ibadah Umrah, Pelantikan Irjen Dadang Hartanto Sebagai Kapolda Metro Jaya Ditunda

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:55 WIB

×