Ferdinand Minta Polisi Usut Dugaan Provokasi Dibalik Musala Dicoret-coret

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:57 WIB
Ferdinand Minta Polisi Usut Dugaan Provokasi Dibalik Musala Dicoret-coret
Pelaku vandalisme Musala Darussalam di Kabupaten Tangerang, Satrio Katon Nugroho. [Dok. Polisi]

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta kepolisian mengusut tuntas kasus vandalisme 'Anti Islam' di Musala Darussalam, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Ferdinand menduga ada rencana provokasi besar di balik kasus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean3.

"Saya berharap @divhumas_polri mengusut tuntas motif dan dugaan rangkaian rencana provokasi besar di balik ini. Waspadalah," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Kamis (1/10/2020).

Dalam cuitan tersebut, Ferdinand juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri yang telah bergerak cepat menangkap pelaku.

Ferdinand PD minta polisi usut dugaan provokasi kasus vandalisme musala (Twitter/ferdinandhaean3)
Ferdinand PD minta polisi usut dugaan provokasi kasus vandalisme musala (Twitter/ferdinandhaean3)

Dari hasil penyelidikan kepolisian, pelaku merupakan seorang remaja berusia 18 tahun. Pelaku juga tinggal tak jauh dari musala, hanya berjarak 50 meter.

"Terbukti bahwa pelaku bukan kafir, karena kafir tak sebut diri kafir dan tak gunakan kara 'ridho'" ungkap Ferdinand.

Pada cuitan terpisah, Ferdinand mengaku curiga pelaku vandalisme telah terpapar radikalisme dan terafiliasi dengan HTI hingga simpatisan ISIS.

"Saya menduga pelaku ini terafiliasi dengan ormas intoleran, mungkin HT, simpatisan ISIS atau pendukung Alqaeda," tutur Ferdinand.

Ferdinand juga meminta kepolisian membuka rekam jejak afiliasi politik pelaku dan keanggotaan dalam organisasi masyarakat.

baca juga

"Polisi harus membuka motif pelaku dan siapa pelaku ini baik afiliasi politiknya maupun ormasnya agar semua tahu mereka ini ancaman," ungkap Ferdinand.

Merasa Benar

Polisi akhirnya mengungkap motif remaja bernama Satrio yang menjadi pelaku perusakan dan mencoret tulisan "Saya Kafir" dan "Anti Islam" di Musala Darussalam.

Dari hasil pemeriksaan sementara, remaja berusia 18 tahun itu merasa benar telah melakukan aksi vandalisme karena keyakinannya yang dipelajari lewat tayangan media sosial, Youtube.

"Tindakannya itu merasa benar karena ia belajar dari Youtube dan sebuah aplikasi di handphone," ujar Kapolsek Pasar Kemis AKP Fikry Ardiansyah kepada Suara.com, melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2020) dini hari.

Namun demikian, polisi masih belum bisa memastikan keyakinan apa yang telah dipelajari Satrio sehingga nekat melakukan perusakan terhadap tempat ibadah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

4 Fakta Aksi Vandalisme Satrio Tulis "Saya Kafir" di Musala Darussalam

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Satrio Dijerat Pasal Penodaan Agama, Ibunda Tolak Diwawancara

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 06:45 WIB

Ferdinand Demokrat Tegur Najwa: Wawancara Kursi Kosong Terawan Tidak Patut!

Ferdinand Demokrat Tegur Najwa: Wawancara Kursi Kosong Terawan Tidak Patut!

Jogja | Rabu, 30 September 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×