Dokumen Internasional: 61 Bangsa Papua Tewas saat Gerakan Anti Rasisme

Reza Gunadha, Stephanus Aranditio

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 17:23 WIB
Dokumen Internasional: 61 Bangsa Papua Tewas saat Gerakan Anti Rasisme
Dokumen The 2019 West Papua Uprising. [Tapol/Veronica Koman]

Suara.com - Aktivis hak asasi manusia Veronica Koman mengungkapkan, korban sipil yang tewas saat gerakan melawan rasisme di Papua Barat pada pertengahan 2019 lalu mencapai 61 orang.

Sementara bangsa Papua peserta aksi anti-rasisme yang mengalami luka-luka mencapai 294 orang.

Hal itu dituliskan Veronica dalam "Laporan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Gerakan West Papua Melawan 2019".

Dokumen resmi tersebut adalah hasil penelitian Tapol bekerja sama dengan Veronica Koman.

Untuk diketahui, Tapol adalah organisasi yang giat mengampanyekan HAM, perdamaian dan demokrasi di Indonesia. Tapol yang berkantor di Inggris ini didirikan pada tahun 1973 oleh Carmel Budiardjo, yang pernah menjadi tahanan politik Indonesia pada masa pemerintahan Suharto.

Laporan setebal 130 halaman tersebut menjelaskan secara rinci akar masalah demonstrasi besar menolak rasisme terhadap mahasiswa Papua Barat di Malang, Semarang dan Semarang tahun lalu yang berujung gerakan massa di Papua dan berbagai daerah di Indonesia hingga ke Ibu Kota Jakarta.

"Korban sipil yang tewas selama periode ini mencapai 61 orang, termasuk 35 orang asli West Papua. Dari 35 orang yang meninggal itu, 30 diantaranya menderita luka tembak," tulis Veronika dalam keterangannya, Jumat (2/10/2020).

Luka tembak ini, kata Veronika mengindikasikan bahwa mereka dibunuh oleh aparat keamanan Indonesia.

baca juga

Sementara, tiga korban lainnya tewas akibat luka tusuk yang juga diduga dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia, sedangkan penyebab dua kematian lainnya masih belum jelas.

"Milisi digunakan aparat keamanan pada dua dari tiga peristiwa dimana bendera Bintang Kejora dikibarkan di gedung-gedung publik," jelasnya.

Kemudian, tiga kematian warga sipil akibat penembakan di Kabupaten Deiyai pada 28 Agustus 2019 seharusnya bisa dicegah dengan pertolongan medis.

Namun, Veronica mengatakan aparat sudah mengepung rumah sakit sehingga rakyat Papua takut mencari pertolongan medis.

"Ketakutan orang West Papua itu terkonfirmasi dengan adanya fakta bahwa empat belas pasien di Deiyai dan empat pasien di Wamena digelandang polisi saat masih dirawat di rumah sakit. Kasus serupa juga terjadi di Jayapura," jelasnya.

Peristiwa ini juga mengakibatkan 22.800 warga sipil mengungsi, rinciannya 300 orang di Deiyai, 11.000 orang di Wamena, 4.000 orang di Jayapura, 1.500 orang di kabupaten Puncak dan 6.000 mahasiswa di luar Papua mengungsi pulang kampung.

Tercatat pula ada 1.017 orang yang ditangkap selama pergerakan, 22 orang di antaranya menjadi tahanan politik dengan dugaan makar.

Mereka tersebar di Jakarta enam tahanan politik, Balikpapan ada tujuh tapol, Jayapura satu tapol, Sorong empat tapol, dan Manokwari 14 tapol.

Kemudian ada pula tapol dengan tuduhan non-makar sebanyak 135 orang; 100 tapol sudah didakwa, 29 masih menjalani tuntutan, dan enam lainnya berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Dokumen laporan dugaan pelanggaran HAM terhadap aksi rakyat Papua melawan anti-rasisme itu bisa dibaca di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Veronica Koman Ungkap Daftar Pelanggaran HAM di Papua Tahun 2019

Veronica Koman Ungkap Daftar Pelanggaran HAM di Papua Tahun 2019

News | Rabu, 30 September 2020 | 20:57 WIB

Mantan Lawan Ahok Positif Terinfeksi Covid-19 dan 4 Berita Populer Lainnya

Mantan Lawan Ahok Positif Terinfeksi Covid-19 dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 05:35 WIB

Diplomat Muda Silvany Tanggapi PM Republik Vanuatu, Veronica Ikut Gemas

Diplomat Muda Silvany Tanggapi PM Republik Vanuatu, Veronica Ikut Gemas

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2020 | 14:32 WIB

Veronica Koman Tanggapi Soal Diplomat Muda RI di Sidang PBB

Veronica Koman Tanggapi Soal Diplomat Muda RI di Sidang PBB

Riau | Rabu, 30 September 2020 | 14:30 WIB

Diplomat Muda Indonesia Bikin Gemes Veronica Koman Saat Bahas Papua

Diplomat Muda Indonesia Bikin Gemes Veronica Koman Saat Bahas Papua

Sulsel | Rabu, 30 September 2020 | 13:47 WIB

Diplomat Muda RI di Sidang PBB, Veronica Koman: Gemesin Lama-lama

Diplomat Muda RI di Sidang PBB, Veronica Koman: Gemesin Lama-lama

News | Rabu, 30 September 2020 | 08:47 WIB

Gegara Palestina dan Papua, Veronica Koman Vs Ferdinand Ribut di Twitter

Gegara Palestina dan Papua, Veronica Koman Vs Ferdinand Ribut di Twitter

News | Kamis, 24 September 2020 | 06:36 WIB

Terima Pengembalian Uang Beasiswa Veronica Koman, Ini Penjelasan LPDP

Terima Pengembalian Uang Beasiswa Veronica Koman, Ini Penjelasan LPDP

News | Kamis, 17 September 2020 | 20:51 WIB

Kembalikan Dana Beasiswa, LPDP Cek Uang Transferan Veronica Koman

Kembalikan Dana Beasiswa, LPDP Cek Uang Transferan Veronica Koman

News | Kamis, 17 September 2020 | 18:40 WIB

Terkini

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×