Warga Iran Anggap Infeksi Covid-19 Jadi 'Teguran' untuk Donald Trump

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 18:20 WIB
Warga Iran Anggap Infeksi Covid-19 Jadi 'Teguran' untuk Donald Trump
Ilustrasi bendera Iran. [AFP]

Suara.com - Pejabat Iran, yang biasanya langsung bereaksi cepat terkait masalah yang menyangkut Amerika Serikat, memilih bungkam saat Presiden Donald Trump positif mengidap Covid-19.

Selain tak banyak bersuara, para pejabat Iran yang diketahui menjadikan Amerika Serikat sebagai musuh nomor satu negara, juga tidak memberikan dukungan kepada Presiden ke-45 AS tersebut.

Menyadur Al Monitor, berbagai respon justru lebih banyak dilontarkan warga Iran, dari mulai jurnalis hingga mantan pejabat negara.

Mereka kompak menganggap infeksi Covid-19 merupakan teguran bagi Donald Trump atas prilakunya yang buruk, salah satunya menganggap enteng pandemi virus Corona.

Reformis yang berbasis di London dan mantan Menteri Kebudayaan Ataollah Mohajerani menjabarkan bagaimana 'sombongnya' Donald Trump dalam membicarakan Covid-19 sebelum dia terinfeksi.

Sementara jurnalis veteran Iran Ahmad Zeidabadi, menulis bahwa masa-masa karantina Covid-19 mungkin akan menjadi pelajaran agar politikus partai Republik itu bisa mengubah prilakunya.

"Mungkin masa karantina akan memberinya cukup waktu untuk menyadari fakta bahwa hidup ini terlalu rapuh dan tidak sebanding dengan semua rona dan tangisan," kata Zeidabadi.

"Kesehatan seseorang dapat terancam oleh virus mikroskopis. Ini bisa membuatnya mempertimbangkan kembali perilakunya."

Seperti yang telah menjadi tren di media sosial Amerika, foto-foto yang diedit dari Trump yang mendapatkan gambar disinfektan--ejekan atas saran pengobatannya sendiri--juga beredar di platform Iran.

baca juga

Kabar Trump positif Covid-19 juga dirayakan oleh beberapa outlet media konservatif Iran yang mengatakan hal itu merupakan karma karena telah membunuh komandan tinggi Iran, Qasem Soleimani.

“Di hari-hari yang kacau ini, kematian Trump adalah satu-satunya berita yang dapat membuat kami merasa lebih baik,” tulis seorang pengguna Twitter Iran.

“Saya tidak ingin dia mati karena virus korona. Saya lebih suka melihatnya terbunuh dalam serangan drone atau rudal di konvoinya," balas salah satu penguna Twitter lain.

Donald Trump menjadi salah satu orang Amerika Serikat yang begitu dibenci oleh warga Iran. Salah satu faktornya adalah sikapnya yang terang-terangan memusuhi negara beribukota Teheran itu.

Selain mengakui bahwa dirinya merupakan dalang dibalik pembunuhan Qasem Soleimani, Trump juga jadi Presiden AS yang membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran pada 2018.

Padahal, tiga tahun sebelumnya, AS bersama lima negara kuat lainnya telah sepakat untuk mengendurkan sanksi kepada Iran. Sebagai imbalannya, Iran diminta menekan program nuklir mereka.

Keputusan Trump mencabut kesepakatan yang dibuat pada masa pemerintahan Barack Obama itu menuai reaksi keras dari Iran. Mereka mengancam akan membalas perlakuan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih Positif COVID-19

Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih Positif COVID-19

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 16:02 WIB

Donald Trump Berisiko Alami Kondisi Parah Akibat Virus Corona, Ini Kata CDC

Donald Trump Berisiko Alami Kondisi Parah Akibat Virus Corona, Ini Kata CDC

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 16:46 WIB

Positif Virus Corona di Usia 74 Tahun, Donald Trump Alami Gejala Ringan!

Positif Virus Corona di Usia 74 Tahun, Donald Trump Alami Gejala Ringan!

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:32 WIB

Masker Bedah Tak Batasi Pasokan Oksigen, Ini Temuan Ahli Miami!

Masker Bedah Tak Batasi Pasokan Oksigen, Ini Temuan Ahli Miami!

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:05 WIB

Bukan Keluarga, Ini Klaster Terbanyak Penyumbang Kasus Covid-19 di Bekasi

Bukan Keluarga, Ini Klaster Terbanyak Penyumbang Kasus Covid-19 di Bekasi

Jakarta | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

×