alexametrics

Bank DKI Buka Peluang Warga Cari Uang Lewat Jual Sampah

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih
Bank DKI Buka Peluang Warga Cari Uang Lewat Jual Sampah
Bank DKI membentuk aplikasi komunitas bernama JakOne Artri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang bagi masyarakat mendapatkan uang tambahan dengan cara menjual sampah melalui BUMD berbasis aplikasi JakOne Artri.

Suara.com - Mayoritas masyarakat Jakarta sangat terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah di sektor informal yang berpenghasilan harian, ekonominya semakin sulit.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang bagi masyarakat mendapatkan uang tambahan dengan cara menjual sampah melalui BUMD berbasis aplikasi JakOne Artri.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan bahwa aplikasi ini dibuat bekerjasama dengan PT Mountrash Avatar Indonesia.

Ia menjelaskan, alur kegiatan komunitas JakOne Artri diawali dengan warga memilah sampah seperti botol, gelas plastik, kertas dan sebagainya. Selanjutnyasampah itu dibawa ke tempat pengepul sampah bernama Mountrash Point untuk ditimbang.

Baca Juga: Masyarakat Dapat Untung dari Jual Sampah Lewat JakOne Artri

Sampah yang ditimbang juga didata sesuai kategori menggunakan aplikasi JakOne Artri. Setelah didata warga akan mendapatkan uang hasil penjualan sampah secara non-tunai melalui aplikasi JakOne Artri.

Setelah sampah terkumpul, pengepul sampah akan mengirim notifikasi atau meminta pihak pengusaha sampah atau Mountrash Collection Point untuk mengambil sampah tersebut. Di sini sampah akan ditimbang kembali untuk kemudian hasilnya akan dibayarkan kepada pengepul sampah via aplikasi JakOne Artri secara non-tunai.

Komunitas JakOne Artri ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dalam hal ini, pengelolaan sampah yang masih bisa memberikan nilai ekonomi melalui aktifitas Reduce, Reuse, dan Recycle atau R3 didukung dengan aplikasi yang modern.

“Aplikasi ini memfasilitasi Komunitas JakOne Artri yang terdiri dari warga pemilah, pengepul dan pengusaha sampah yang memiliki kepedulian akan kelestarian lingkungan melalui aktifitas R3 (Reduce, reuse, Recycle) untuk menambah penghasilan," ujar Herry dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya ada tiga manfaat bagi masyarakat dengan aplikasi ini, yakni menjadi sumber penghasilan tambahan, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, serta upaya menjaga kelestarian bumi secara modern.

Baca Juga: Dampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Jakarta Naik

Terlebih lagi kegiatan ini tak hanya melibatkan pengepul sampah atau pengusaha sampah saja. Masyarakat yang tertarik dengan komunitas JakOne Artri dapat mengunjungi situs bit.ly/jakoneartri guna memperoleh informasi persyaratan keikutsertaan.

Komentar