Gali Lubang, WNI Kabur dari Fasilitas Karantina Covid-19 Korea Selatan

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 08 Oktober 2020 | 18:11 WIB
Gali Lubang, WNI Kabur dari Fasilitas Karantina Covid-19 Korea Selatan
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

Suara.com - Seorang pelaut asal Indonesia melarikan diri dari fasilitas karantina di Korea Selatan. Dia kabur dengan cara menggali lubang di bawah tembok ruang karantina.

Menyadur Newsweek, Kamis (8/10/2020), kisah pelarian WNI yang tidak disebutkan namanya itu tak bertahan lama.

Kantor berita milik pemerintah Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa pelaut asal Indonesia itu kabur pada Minggu (4/10/2020) malam dan tertangkap tiga hari kemudian.

Sebelum kabur, pelaut yang tidak disebutkan namanya itu tinggal satu hari lagi dari menyelesaikan dua minggu karantina wajib ketika dia melarikan diri.

Otoritas keamanan Korea Selatan mengangkapnya pada Rabu (7/10/2020), 70 mil dari ibu kota di Cheongju.

WNI itu diduga kabur agar bisa tetap berada di Korea Selatan kendati ilegal. Namun, laporan Yonhap tidak mengatakan apakah pelaut itu didakwa atas pelanggaran terkait.

Son Yong-rae, juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan mengatakan saat menjalani tes Covid-19, WNI itu negatif terinfeksi virus Corona.

"Orang tersebut telah dites negatif untuk virus corona dan tidak menunjukkan gejala selama masa isolasi," kata Son Yong-rae.

Korea Selatan telah menerapkan protokol kesehatan terbaru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

baca juga

Pelancong yang datang ke Korsel harus menjalani karantina 14 hari terlepas dari memiliki gejala Covid-19 atau tidak.

Peraturan tersebut juga berlaku untuk warga negara Korea yang pulang dari luar negeri. Mereka diwajibkan menjalani masa karantina di fasilitas yang ditentukan oleh pemerintah.

Pada Rabu (7/10/2020), Korea Selatan melaporkan tiga digit kasus COVID-19 untuk pertama kalinya dalam enam hari, yakni 144 kasus, sebagaimana dilaporkan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel.

Di antara mereka adalah 94 kasus penularan lokal dan 20 kasus impor, sehingga jumlah total infeksi yang dikonfirmasi di negara itu menjadi 24.353, termasuk 425 kematian, sejak 3 Januari 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Choi Siwon, Ini Daftar 5 Crazy Rich Korea Selatan

Ada Choi Siwon, Ini Daftar 5 Crazy Rich Korea Selatan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2020 | 17:37 WIB

Hwang Jung Min Dilarikan ke UGD, Sakit Apa?

Hwang Jung Min Dilarikan ke UGD, Sakit Apa?

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:55 WIB

Harapan Terbesar Gelandang Persija Marc Klok Jika Resmi Jadi WNI

Harapan Terbesar Gelandang Persija Marc Klok Jika Resmi Jadi WNI

Bola | Kamis, 08 Oktober 2020 | 01:22 WIB

Seorang Pelaut asal Indonesia Kabur saat Karantina di Korea Selatan

Seorang Pelaut asal Indonesia Kabur saat Karantina di Korea Selatan

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:54 WIB

Persyaratan Bikin SKCK Terlengkap

Persyaratan Bikin SKCK Terlengkap

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 20:04 WIB

Terkini

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

×