Dukung Kegiatan Belajar Daring, Ini 7 Tips Anti Bosan dari Mendikbud

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:50 WIB
Dukung Kegiatan Belajar Daring, Ini 7 Tips Anti Bosan dari Mendikbud
Peringatan Hari Guru Sedunia 2020. (Dok : Kemendikbud)

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 merebak di Maret 2020, rasa jenuh dan bosan pasti dialami oleh anak didik dan para guru, saat mereka menjalani kegiatan belajar dari rumah. Tantangan paling nyata yang dihadapi para guru adalah dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang sehari-harinya dilakukan secara daring.

Kepala Sekolah SMA N 4 Bekasi, Harti Suprihatin misalnya. Ia mengatakan, murid-muridnya banyak yang bosan dalam menjalankan kegiatan belajar dari rumah.

"Kalau masalah kuota atau belum terbiasa belajar online, itu sudah bisa diatasi. Sekarang yang dialami siswa adalah kurang motivasi, sehingga semakin bosan dan banyak yang nggak masuk (sekolah). Tantangan inilah yang tengah dihadapi para guru saat ini," ujarnya, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dalam rangka peringatan Hari Guru Sedunia, yang diadakan secara virtual dan disiarkan secara live di youtube Kemendikbud RI, Kamis (8/10/2020).

Menurut Harti, untuk memotivasi anak-anak, para guru kini harus bekerja keras lagi, mencari berbagai cara untuk mencegah agar anak tidak bosan.

"Para guru juga kadang kebingungan untuk membangkitkan motivasi para siswa, karena pasti jenuh juga. Tapi kami terus berusaha, agar para siswa ini terus termotivasi, walau kegiatan belajar hanya dilakukan secara daring," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim membagikan 7 tips untuk para guru dalam menghadapi situasi terkini.

"Pertama, jangan stres. Masa adaptasi saat ini memang tidak mudah dilalui. Semua pun pasti dilanda kebingungan dan penuh ketidakpastian. Jangan khawatir, yakini bahwa cara terbaik untuk belajar satu hal baru adalah untuk keluar dari zona nyaman," ujarnya.

Kedua, lanjut Nadiem, guru bisa mencoba membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. “Jika para guru mengajar selama lima jam, bagi anak murid dalam beberapa kelompok atau 5 kelompok. Masing-masing kelompok menjalani kegiatan belajar selama satu jam dan diberikan tugas yang berbeda,” katanya.

Ketiga, guru didorong melakukan project based learning. Menurutnya, jika siswa sudah dibagi kelompok kecil, maka guru bisa memberikan grup project assignment dengan murid.

baca juga

Dengan pembagian grup, maka siswa akan belajar bertanggung jawab, melakukan kolaborasi antar siswa dan melatih empati. Hal ini bisa membangkitkan semangat belajar para siswa.

Keempat, alokasikan lebih banyak waktu bagi murid yang tertinggal, sehingga pada saatnya nanti, saat kelas dibuka, maka mereka mampu mengejar ketertinggalannya.

Kelima, guru jangan menerapkan sistem kejar tayang karena hasilnya tidak akan efektif. Sebaliknya, saat ini adalah momen emas untuk menguatkan konsep fundamental yang mendasari kemampuan murid untuk bisa sukses di mata pelajaran apapun.

Keenam, minta pertolongan guru lain. Menurut Nadiem, sesama guru jangan ragu untuk meminta contoh atau best practice dari guru lain. Pasalnya, banyak guru yang mampu berinovasi dengan metode belajar online, sehingga hal ini bisa ditiru.

"Saling bertukar informasi itu penting. Ajaklah guru-guru lain masuk ke dalam kelas virtual, agar bisa melihat dan memberikan inspirasi kepada mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk para guru, nimbrung secara digital di dalam virtual class," ujarnya.

Tips ketujuh, have fun. Menurut Nadiem, mengajar memang tidak mudah, tapi jangan sampai guru memberikan pendidikan yang membosankan.

"Meski di tengah pandemi, hal-hal baru harus dilakukan demi yang terbaik bagi murid. Inilah saatnya orang tua dan guru harus berinovasi," ujarnya.

Mendikbud Apresiasi Para Guru
Selain memberikan tips anti bosan yang bisa diterapkan para guru kepada anak didiknya, pada hari yang sama, Mendikbud juga mengungkapkan apresiasinya kepada para guru, karena tetap berjuang untuk memberikan pengajaran bagi para siswa di tengah berbagai kesulitan akibat pandemic Covid-19.

"Terima kasih kepada para guru yang masih semangat mendidik dan berdedikasi tinggi di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut tidak mudah untuk tetap berjuang menjalankan proses pembelajaran yang berlangsung secara daring,” ujarnya saat menyambut pembukaan Hari Guru Internasional yang diselenggarakan secara virtual, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Acara ini berlangsung sebelum telewicara “Guru Berbagi Praktik Baik” yang juga diselenggarakan secara virtual, pada hari yang sama.

"Terima kasih yang tak terhingga bagi ibu dan bapak guru yang telah mengorbankan waktu dan tenaga dan bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid," demikian lanjutnya.

Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, Nadiem menilai, perlu ada strategi untuk menyeimbangkan kebijakan terkait rekrutmen, pendidikan guru dan pengembangan profesional berkelanjutan, insentif, serta dukungan dan motivasi bagi guru.

“Dalam usaha untuk melanjutkan pelayanan pendidikan di tengah pandemi, kita perlu memastikan untuk tidak melewatkan kesempatan mengembangkan kader baru guru bertalenta dengan kepemimpinan yang efektif di masa yang penuh tantangan ini,” katanya.

Di masa pandemi, Nadiem menyebut guru merupakan inovator yang diharapkan mampu memecahkan berbagai kendala dalam pembelajaran.

“Masa pandemi ini merupakan laboratorium bagi seluruh insan pendidikan, yang menantang kita untuk menemukan solusi-solusi dan inovasi-inovasi dalam situasi yang tidak nyaman,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini yang Harus Dilakukan Jika Ada Anggota Keluarga Terpapar Covid-19

Ini yang Harus Dilakukan Jika Ada Anggota Keluarga Terpapar Covid-19

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:46 WIB

Gelombang Demonstrasi Tolak Omnibus Law, Ketua Satgas Covid-19 Bereaksi

Gelombang Demonstrasi Tolak Omnibus Law, Ketua Satgas Covid-19 Bereaksi

News | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:23 WIB

Kasus Corona Meningkat, Ini Instruksi Jokowi ke Satgas Covid-19

Kasus Corona Meningkat, Ini Instruksi Jokowi ke Satgas Covid-19

News | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:43 WIB

Masa Karantina Santri Positif Covid-19 di Banyumas Selesai

Masa Karantina Santri Positif Covid-19 di Banyumas Selesai

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:38 WIB

Dalam Memakai Masker, Wanita Lebih Baik Ketimbang Pria

Dalam Memakai Masker, Wanita Lebih Baik Ketimbang Pria

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:33 WIB

Traveloka Merilis Tur Virtual di 15 Destinasi Wisata

Traveloka Merilis Tur Virtual di 15 Destinasi Wisata

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 18:19 WIB

Terkini

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

×