alexametrics

Dalam Memakai Masker, Wanita Lebih Baik Ketimbang Pria

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Dalam Memakai Masker, Wanita Lebih Baik Ketimbang Pria
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Sebuah penelitian menemukan wanita jauh lebih baik dalam menggunakan masker dan menjalani protokol kesehatan daripada pria.

Suara.com - Memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan teratur adalah protokol kesehatan yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Tapi, kebiasaan penting ini sering terlupakan atau tidak tepat dilakukan. Sebuah penelitian pun menemukan wanita lebih cenderung mengikuti langkah-langkah ini dengan baik daripada pria.

Para peneliti di New York University dan Yale University telah memeriksa data survei, observasi jalan dan analisis pergerakan smartphone untuk mencapai kesimpulan penelitiannya.

Mereka menemukan wanita tidak hanya lebih baik dalam mengambil tindakan pencegahan, tetapi mereka juga lebih mungkin mendengarkan saran para ahli.

Baca Juga: Ilmuwan Inggris: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan Selamanya

Survei terhadap 800 orang menemukan wanita lebih cenderung menerapkan jarak fisik, tinggal di rumah, sering mencuci tangan dan lebih jarang bergaul dengan temannya daripada pria.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Tapi dilansir dari CNN, perilaku ini juga tidak selalu akurat atau mewakili perilaku sebenarnya. Sehingga para peneliti juga melihat pejalan kaki yang mengenakan masker di 3 lokasi berbeda di Amerika Serikat.

Mereka menemukan bahwa 55 persen wanita memakai masker dengan benar dibandingkan pria yang hanya 38 persen. Mereka juga mengamati 127 wanita dan 173 pria pada 4-5 Mei 2020.

Dalam ketiga studinya, mereka mengukur jarak sosial antara orang. Lalu, mereka mengungkapkan data GPS dari 15 juta handphone untuk melacak keseluruhan pergerakan dan kunjung ke tokok yang kurang penting, seperti salon dan toko bunga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan persentase laki-laki lebih tinggi menunjukkan penerapan jarak sosial yang relatif tidak berjalan sesuai aturan.

Baca Juga: Pasien Corona Harus Jujur, Psikolog: Itu Sama dengan Setengah Pengobatan

Bahkan perbedaan ini semakin jelas ketika para peneliti memperhitungkan kasus virus corona dengan melihat karakteristik demografis, pendapatan, pendidikan dan profesi.

Komentar