alexametrics

WNI, Janda Teroris Ditangkap Akan Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Filipina

Pebriansyah Ariefana
WNI, Janda Teroris Ditangkap Akan Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Filipina
Seorang polisi terluka akibat serangan bom bunuh diri di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Filipina bagian selatan. (Foto: AFP/Nickee Butlangan)

Ada 3 perempuan ditangkap, Sabtu (10/10/2020) pagi.

Suara.com - Seorang perempuan Indonesia di Filipina ditangkap karena dituduh akan melakukan aksi bom bunuh diri di Jolo, Sulu, Fipina, Sabtu (10/10/2020) pagi.

Sebelumnya ada 2 perempuan yang juga ditangkap.

Komando Angkatan Bersenjata Mindanao Barat mengatakan Satgas Gabungan Sulu dan lembaga penegak hukum lokal dan nasional lainnya menangkap tersangka teror di Barangay San Raymundo di Jolo.

Mereka yang ditangkap adalah istri wakil ketua Abu Sayyaf, Ben Tatoo dan istri dari anggota ASG Jahid Jam.

Baca Juga: Diguncang Bom Bunuh Diri, Filipina Berpeluang Aktifkan UU Darurat Militer

ABS-CBN News tidak menyebut nama mereka yang ditangkap karena militer sebelumnya mengatakan mereka di bawah umur.

Mereka ditangkap di tempat tinggalnya setelah aparat mendapatkan surat perintah penggeledahan di Jolo. Rumah itu milik Tatoo di Barangay San Raymundo.

Di antara barang-barang yang disita dari para tersangka adalah rompi yang dilengkapi bom pipa dan komponen alat peledak improvisasi (IED) lainnya.

Jenderal William Gonzales, komandan JTF Sulu, mengatakan militer telah mengejar pelaku bom bunuh diri teroris asing di provinsi itu sejak pemboman kembar di kota Jolo 24 Agustus 2020 lalu.

Sedikitnya 15 orang tewas, sementara puluhan lainnya luka-luka dalam ledakan itu.

Baca Juga: Seorang Wanita Indonesia Disebut Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

"Dia akan melakukan bom bunuh diri setelah kematian suaminya, Andi Baso, seorang teroris asal Indonesia,” kata Gonzales.

Komentar