Cabut dari Demokrat, Ferdinand Hutahaean Pamit ke Almarhumah Ibu Ani

Dany Garjito, Hernawan

Senin, 12 Oktober 2020 | 13:39 WIB
Cabut dari Demokrat, Ferdinand Hutahaean Pamit ke Almarhumah Ibu Ani
Ferdinand Hutahaean Keluar dari Demokrat dan Pamit ke Ani Yudhoyono (Twitter/@ferdinandhaean3).

Suara.com - Keputusan Ferdinand Hutahaean untuk keluar dari Partai Demokrat tampaknya sudah bulat. Hari ini, Senin (12/10/2020) Ferdinand telah mengajukan surat pengunduran diri yang diserahkannya langsung ke DPP Partai Demokrat.

Ferdinand Hutahaean telah berpamitan dengan sejumlah Politisi Partai Demokrat. Tak lupa pula ia berpamitan kepada mendiang istri mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono.

Lewat jejaring Twitter pribadinya, Ferdinand Hutahaean mengaku sudah berpamitan kepada Ani Yudhoyono saat kunjungan ke makamnya. Ia pun meminta maaf atas ketidakmampuannya.

"Sudah berpamitan juga dan minta maaf atas segala ketidakmampuan saya. Damai di Surga Bunda!" tulis Ferdinand.

Dalam kicauannya, Ferdinand Hutahaean mengunggah foto saat dirinya tengah mengunjungi makam Ani Yudhoyono yang dipenuhi bunga berwarna putih dan merah muda.

Ferdinand Hutahaean Keluar dari Partai Demokrat dan Pamit ke Ani Yudhoyono (Twitter/@FerdinandHaean3).
Ferdinand Hutahaean Keluar dari Partai Demokrat dan Pamit ke Ani Yudhoyono (Twitter/@FerdinandHaean3).

Sikap Ferdinand Hutahaean mengundang berbagai reaksi publik. Beberapa dari mereka mengapresiasi dan salut dengan Ferdinand Hutahaean yang mengambil keputusan sesuai dengan kehendak dan nularinya sendiri, serta tak lupa berpamitan kepada tokoh penting Partai Demokrat seperti Ani Yudhoyono.

"Salut, semoga tetap berjuang dalam kebaikan," ujar salah seorang warganet.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean telah mengajukan surat pengunduran diri dari tubuh Partai Demokrat pada Senin (12/10/2020) pagi.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean lewat video yang diunggah dalam akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3

"Pagi ini saya sedang berada di Gedung DPP Partai Demokrat. Saya di depan ruang DE (Direktur Eksekutif) untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya secara resmi terhadap DPP Partai Demokrat," jelasnya.

Namun, sewaktu Ferdinand Hutahaean tiba di lokasi, para pejabat belum ada di tempat dan ia hanya bertemu dengan staff DE yakni Irfan. Irfan menerima surat pengunduran diri yang diajukan Ferdinand Hutahaean.

"Terima kasih saya ucapkan kepada Partai Demokrat, jajaran pengurus, dan kepada seluruh jajaran kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Tetap semangat, cintai Indonesia dengan hati," imbuhnya lanjut.

Tak hanya itu saja, Ferdinand Hutahaean pun memperlihatkan foto surat pengunduran dirinya yang sudah ditandatangani di atas materai 6.000.

Isi Surat Ferdinand Hutahaean Mundur dari Partai Demokrat

Jakarta, 12 Oktober 2020
Kepada Yth,
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat
Bpk. Agus Harimurti Yudhoyono
Wisma Proklamasi
Jalan, Proklamasi No. 41 A
Jakarta Pusat

Hal: Pengunduran Diri

Dengan hormat,
Bapak Ketua Umum yang saya hormati, ijinkanlah saya pertama sekali menyampaikan terimakasih atas kepercayaan dari Partai Demokrat yang telah memberikan saya amanah dan kesempatan untuk turut serta dalam kepengurusan partai yang besar dan selama ini saya banggakan.

Kedua, perkenankanlah saya, Ferdinand Hutahaean, pemegang kartu anggota Partai Demokrat nomor: *** (terlampir), yang pada masa kepengurusan Partai Demokrat periode 2020-2025 dipercaya sebagai kepala biro energi dan sumber daya mineral departemen VII, dengan ini mengajukan pengunduran diri terhitung surat ini diterima oleh bapak ketua umum Partai Demokrat. Pengunduran diri saya meliputi pengunduran diri dari jabatan pengurus di BPP sebagai kepala biru energi dan sumber daya mineral serta pengunduran diri dari keanggotaan Partai Demokrat.

Adapun alasan pengunduran diri ini adalah terkait prinsip saya pribadi bahwa saya berpolitik untuk bangsa dan bukan untuk pribadi atau kelompok dan adanya perbedaan prinsip politik antara saya sebagai pribadi dengan kader-kader Partai Demokrat lainnya. Saya berharap kiranya pengunduran diri saya ini membawa kebaikan dan kejayaan bagi Partai Demokrat kedepan. Saya berdoa agar Partai Demokrat sukses sebagai partai kedepan.

Demikianlah pengunduran diri ini saya sampaikan dengan harapan tetap terjalin silaturahmi yang baik sebagai satu keluarga besar anak-anak bangsa

Hormat saya

Materai (Rp6 ribu)

Ferdinand Hutahaean

Tembusan: Yth. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Bapak SBY

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferdinand Hutahaean Hengkang, Ini Reaksi DPP Demokrat

Ferdinand Hutahaean Hengkang, Ini Reaksi DPP Demokrat

News | Senin, 12 Oktober 2020 | 13:24 WIB

Isi Surat Ferdinand Tinggalkan Demokrat yang Diserahkan ke AHY Tembusan SBY

Isi Surat Ferdinand Tinggalkan Demokrat yang Diserahkan ke AHY Tembusan SBY

News | Senin, 12 Oktober 2020 | 11:58 WIB

SBY Dituding Sponsori Demo, Pengamat: Partai Demokrat Tidak Sesembrono Itu

SBY Dituding Sponsori Demo, Pengamat: Partai Demokrat Tidak Sesembrono Itu

News | Senin, 12 Oktober 2020 | 10:23 WIB

Terkini

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:28 WIB

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB