Demo UU Ciptaker Dibiayai Asing, Tifatul: Bukannya Sibuk Tangani Covid-19?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:34 WIB
Demo UU Ciptaker Dibiayai Asing, Tifatul: Bukannya Sibuk Tangani Covid-19?
Tifatul Sembiring [Dok. PKS]

Suara.com - Eks Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring angkat bicara mengenai tudingan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menyebut demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dibiayai asing.

Hal itu disampaikan oleh Tifatul melalui akun Twitter miliknya @tifsembiring.

Menurut Tifatul, pihak asing saat ini sedang sibuk menangani efek pandemi Covid-19.

"Bukannya mereka-mereka juga lagi sibuk tangani efek pandemi Covid-19?" kata Tifatul seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/10/2020).

Dalam cuitannya, Tifatul mempertanyakan sumber informasi yang didapat oleh Prabowo tersebut.

Ia merasa tidak yakin dengan informasi tersebut yang menyebut demo tolak UU Cipta Kerja dibiayai oleh asing.

"Info demo ini dibiayai asing, sumbernya dari mana pak?" ungkap Tifatul Sembiring.

Tifatul Sembiring tanya Prabowo soal demo UU Ciptaker dibiayai asing (Twitter/tifsembiring)
Tifatul Sembiring tanya Prabowo soal demo UU Ciptaker dibiayai asing (Twitter/tifsembiring)

Dibiayai Asing

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menilai kerusuhan yang mewarnai demonstrasi menolak UU Cipta Kerja beberapa hari lalu ditunggangi pihak asing.

baca juga

"Saya nggak yakin pemuda atau mahasiswa melakukan kerusuhan. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Nggak mungkin seorang patriot membakar milik rakyat. Kalau mau demo silakan demokrasi itu boleh demo, masa bakar milik rakyat. Jadi kalau sudah begitu kita harus sangat waspada," kata Prabowo dalam sebuah wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra, Selasa (13/10/2020).

Menurut Prabowo banyak peserta asing yang belum membaca UU Cipta Kerja dan termakan hoaks.

"Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Bahkan, ia menyebut dalangnya berasal dari luar negeri.

"Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," kata Prabowo.

Prabowo menceritakan dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja.

Dia pun menyayangkan, saat menggelar aksinya banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

"Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi Covid-19," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituntut Klarifikasi Tudingan SBY Dalang Demo, Mahfud MD: Macam Apa?

Dituntut Klarifikasi Tudingan SBY Dalang Demo, Mahfud MD: Macam Apa?

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:20 WIB

Soal UU Cipta Kerja, YLBHI: Itu Hoaks Terbesar yang Dilakukan Negara

Soal UU Cipta Kerja, YLBHI: Itu Hoaks Terbesar yang Dilakukan Negara

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:45 WIB

Sebut UU Ciptaker Bikin Murtad, Marissa Haque Mesti Segera Klarifikasi

Sebut UU Ciptaker Bikin Murtad, Marissa Haque Mesti Segera Klarifikasi

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:34 WIB

Terkini

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Sumut | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:25 WIB

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

Jawa Tengah | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:18 WIB

×