Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Vania Rossa

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau
Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)
baca 10 detik
  • Institut Akuntan Publik Indonesia menilai pelaporan keberlanjutan di Indonesia berisiko memicu klaim greenwashing yang menyesatkan investor.
  • Institut Akuntan Publik Indonesia mendorong penerapan standar asurans internasional pada 26 Agustus 2026 guna memperkuat kredibilitas informasi.
  • Otoritas Jasa Keuangan merencanakan kewajiban asurans keberlanjutan bagi entitas Kelompok 1 mulai berlaku pada periode 2029 mendatang.

Suara.com - Label dan klaim ramah lingkungan kini semakin banyak digunakan perusahaan dalam menyampaikan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Namun, di balik semakin populernya isu tersebut, ada risiko greenwashing, yakni klaim keberlanjutan yang dapat menyesatkan karena tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

Persoalan ini menjadi perhatian Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). IAPI menilai ekosistem pelaporan keberlanjutan di Indonesia saat ini belum memiliki tingkat kematangan seperti pelaporan keuangan.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kesalahan penyajian, bias, hingga klaim keberlanjutan yang menyesatkan. Jika tidak diantisipasi, kondisi itu berpotensi mengikis kepercayaan investor dan pemangku kepentingan terhadap informasi keberlanjutan yang disampaikan perusahaan.

Karena itu, IAPI mendorong adanya standar asurans keberlanjutan yang konsisten dan bertaraf internasional untuk memastikan informasi yang disampaikan perusahaan dapat diperiksa secara kredibel.

Pandangan tersebut disampaikan dalam Business Morning Forum bertajuk “Membangun Ekosistem Asurans Keberlanjutan Indonesia untuk Memperkuat Kepercayaan terhadap Pelaporan Keberlanjutan” pada 26 Agustus 2026.

Greenwashing Jadi Risiko yang Perlu Diantisipasi

IAPI menggarisbawahi bahwa greenwashing bukan sekadar persoalan reputasi perusahaan. Informasi keberlanjutan yang tidak akurat juga dapat menjadi risiko yang memengaruhi kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya.

International Federation of Accountants (IFAC) mencatat bahwa ISSA 5000 dirancang untuk memberikan asurans yang kredibel atas informasi keberlanjutan yang dilaporkan entitas.

Sementara itu, International Organization of Securities Commissions (IOSCO) menjadikan perlindungan investor dari greenwashing sebagai salah satu prioritas dalam mendorong pelaporan keberlanjutan yang berkualitas.

baca juga

Untuk mengatasi risiko tersebut, IAPI berpandangan bahwa Indonesia perlu memiliki acuan standar yang jelas dalam pelaksanaan asurans keberlanjutan.

IAPI mendorong tiga standar hasil adopsi internasional untuk menjadi bagian dari kerangka tersebut, yakni SAKb 5000 sebagai adopsi dari International Standards on Sustainability Assurance (ISSA) 5000, Standar Manajemen Mutu (SMM) 1 dan SMM 2, serta Standar Etika untuk Asurans Keberlanjutan.

Ketiga standar tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Standar asurans mengatur pelaksanaan perikatan asurans keberlanjutan. Standar manajemen mutu mengatur berbagai komponen yang harus dipenuhi oleh kantor tempat praktisi bernaung untuk memastikan kualitas perikatan. Sementara standar etika mengatur persyaratan etika bagi praktisi, termasuk independensi dari entitas yang diperiksa.

Menurut IAPI, kombinasi ketiga aspek tersebut dibutuhkan agar proses asurans dapat berjalan dengan standar kualitas yang memadai sekaligus menekan risiko greenwashing.

Business Morning Forum bertajuk “Membangun Ekosistem Asurans Keberlanjutan Indonesia untuk Memperkuat Kepercayaan terhadap Pelaporan Keberlanjutan”. (dok. IAPI)
Business Morning Forum bertajuk “Membangun Ekosistem Asurans Keberlanjutan Indonesia untuk Memperkuat Kepercayaan terhadap Pelaporan Keberlanjutan”. (dok. IAPI)

Belajar dari Malaysia dan Australia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?

Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:56 WIB

5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan

5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×