alexametrics

Lakukan Pelecehan Seksual, Wali Kota Kopenhagen Mengundurkan Diri

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Lakukan Pelecehan Seksual, Wali Kota Kopenhagen Mengundurkan Diri
Ilustrasi kekerasan/pemerkosaan. (Shutterstock)

Jensen dituding melecehkan dua perempuan pada 2012 dan 2017

Suara.com - Wali kota Kopenhagen mengundurkan diri setelah tersandung kasus pelecehan seksual terhadap seorang perempuan selama pertemuan sosial.

Menyadur ABC News, Selasa (20/10/2020), Frank Jensen telah menjabat sebagai wali kota selama 11 tahun dan merupakan wakil pemimpin Partai Sosial Demokrat.

Jensen secara terbuka, meminta maaf atas pelecehan seksual yang ia lakukan dan menyebut juga akan mundur dari Partai Sosial Demokrat.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai wali kota, sehingga partai saya memiliki banyak waktu unutk menemukan pengganti saya menjelang pemilihan berikutnya," ujar Jensen.

Baca Juga: Pengakuan Nenek Kemaluannya Dielus Kuli Panggul: Dia Pegang, Langsung Kabur

Pengunduruan diri Jensen terjadi setelah dua perempuan, salah satunya bekerja di Partai Sosial Demokrat, menyebut mereka dilecehkan secara seksual pada 2012 dan 2017.

Dalam konferensi pers, Jensen mentakan keputusannya mundur adalah sepenuhnya keinginan dirinya, bukan mendapatkan paksaan dari pihak lain.

Pria berusia 59 tahun itu mengatakan merasa cukup tertekan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Minggu (18/10), Jensen disebutkan masih mendapatkan dukungan dari partai sehingga tetap yakin untuk melanjutkan tugasnya sebagai wali kota.

Tapi esoknya, Pedana Menteri Denmark Mette Frederiksesn, pemimpin Sosial Demokrat mengatakan partainya berubah haluan.

Baca Juga: Denmark Open: Absennya Kevin / Marcus Jadi Berkah Ganda Putra Inggris

"Jelas bahwa kami di Sosial Demokrat memiliki masalah. Itu perlu diubah sekarang," kata Mette.

Jensen, telah berkecimpung dalam politik selama lebih dari 30 tahun. Ia pernah menjabat sebagai menteri kehakiman dan menteri penelitian pada 1990-an dan awal 2000-an.

Komentar