alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Pria di Syria Dihukum Mati Karena Beragama Kristen?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
CEK FAKTA: Benarkah Pria di Syria Dihukum Mati Karena Beragama Kristen?
Pria di Syria dihukum mati karena beragama kristen (Turnbackhoax.id)

Benarkah seorang pria di Syria dihukum mati karena beragama Kristen? Simak penjelasan fakta selengkapnya di sini!

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan seorang pria di Syria menjalani hukuman mati karena memeluk agama Kristen. Pria tersebut dihukum gantung.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Chauhan Sahab pada 18 Oktober 2020.

Akun tersebut juga mengunggah sebuah foto yang menampilkan seorang pria akan menjalani hukuman gantung.

Berikut narasi akun tersebut:

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Presiden Jokowi Kabur dari Demo dan Tersambar Petir?

"He was sentenced to death in Syria because of his faith in Christ. Reports say he was smiling as on his way to be hung because of his extreme faith in God."

Terjemahan:
"Dia dihukum mati di Syria karena kepercayaan dia terhadap Kristus. Laporan mengatakan bahwa dia tersenyum sebelum digantung karena kepercayaan ekstrim-nya terhadap Tuhan."

Benarkah klaim tersebut?

Pria di Syria dihukum mati karena beragama kristen (Turnbackhoax.id)
Pria di Syria dihukum mati karena beragama kristen (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Dari hasil penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Kamis (22/10/2020), klaim yang menyebut seorang pria di Syria dihukum mati karena beragama Kristen adalah klaim yang keliru.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jenazah Covid-19 Ini Dikubur Pakai Daster Tanpa Syariat Islam?

Faktanya, pria bernama Majid Kavousifar tersebut dihukum mati di Iran, bukan Syria karena membunuh seorang hakim, bukan karena beragama Kristen.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar