Mufti Suriah Syekh Adnan Tewas dalam Serangan Teroris

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 13:04 WIB
Mufti Suriah Syekh Adnan Tewas dalam Serangan Teroris
Bom Mobil Meledak di kota Al-Bab Suriah, 18 Tewas dan Puluhan Luka. (Tangkapan Layar/Anadolu Agency)

Suara.com - Mufti Damaskus Suriah, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni tewas dalam serangan teroris. Dia meninggal akibat ledakan bom yang tertanam di mobilnya, Kamis (2/10/2020) malam waktu setempat.

Menyadur Sputnik News dari kantor berita SANA, Jumat (23/10/2020), pejabat keagamaan itu tewas dalam ledakan bom yang ditempatkan dimobilnya di kota Qudsaya.

Al Masdar News melaporkan bahwa bagian dalam mobil Syekh Al-Afyouni terbakar, jok robek, dan salah satu pintu mobil terbelah dari satu sisi, dan kacanya pecah.

Selepas ledakan itu, kendaraan pertahanan sipil dan ambulans bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan Syekh Al-Afyouni yang pada ahirnya tidak tertolong.

Sementara dinas keamanan membentuk penjagaan ketat di sekitar lingkungan (Asosiasi Qudsaya), di mana Syekh Syekh Al-Afyouni tinggal.

Dalam keterangannya, Kementerian Wakaf menyebut Syekh Al-Afyouni meninggal dunia dalam keadaan syahid atau bertemu Tuhan sebagai seorang martir.

Syekh Al-Afyouni adalah salah satu ulama Suriah dan dunia Islam yang paling terkemuka, serta anggota Dewan Ilmiah Fiqh di Kementerian Wakaf.

Selama menjadi mufti Muslim Sunni untuk provinsi Damaskus, Syekh Al-Afyouni dianggap memiliki kedekatan dengan Presiden Bashar al-Assad.

Dia juga merupakan salah satu tokoh paling menonjol yang bekerja untuk mencapai rekonsiliasi nasional di Damaskus selatan dan barat.

baca juga

Pada 2015, dia melakukan upaya besar untuk mendorong militan di daerah Qudsaya dan Hamah untuk memisahkan diri dari Front Al-Nusra dan menyerah.

Menyadur AFP, keberhasilan mengusir pemberontak dan jihadis terakhiad pada 2018 telah membuat kota Damaskus relatif damai dan jarang terjadi ledakan.

Pemerintah Suriah sendiri telah mendapat kan kembali kendali atas sekitar 70 persen wilayah negara dari tangan jihadis dan miliat. Hal itu berkat bantuan sekutu utama, Rusia.

Perang Suriah yang mencuat sejak Maret 2011 telah menewaskan lebih dari 380 ribu orang.

Pertarungan antara pemerintah dan kelompok pemberontak itu membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Warga Suriah yang Terjebak di Perang Armenia-Azerbaijan

Cerita Warga Suriah yang Terjebak di Perang Armenia-Azerbaijan

Video | Kamis, 08 Oktober 2020 | 11:00 WIB

Warga Suriah Positif Covid-19 Lebih Pilih Mati Ketimbang Masuk Rumah Sakit

Warga Suriah Positif Covid-19 Lebih Pilih Mati Ketimbang Masuk Rumah Sakit

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:06 WIB

Bom Mobil Meledak di Suriah, 18 Tewas dan Puluhan Luka

Bom Mobil Meledak di Suriah, 18 Tewas dan Puluhan Luka

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:06 WIB

Warga Suriah Demonstrasi 5 Tahun Intervensi Rusia

Warga Suriah Demonstrasi 5 Tahun Intervensi Rusia

Video | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Erdogan Berikan Bantuan Perawatan Pada 2 Anak Suriah

Erdogan Berikan Bantuan Perawatan Pada 2 Anak Suriah

Video | Sabtu, 26 September 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×