Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Sejumlah Negara Berhati-hati

Siswanto, BBC

Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:16 WIB
Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Sejumlah Negara Berhati-hati
BBC

Suara.com - Puluhan ribu orang turun ke jalan di ibu kota Bangladesh, Dhaka, Selasa (27/10) menyerukan boikot barang-barang Prancis di tengah sengketa posisi Prancis terkait kelompok Islam radikal.

Demonstran membakar patung Presiden Emmanuel Macron, yang membela pembuatan kartun Nabi Muhammad.

Polisi memblokade demonstran yang berupaya menuju kedutaan Prancis.

Macron menjadi sasaran di sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Muslim setelah ia mempertahankan sekulerisme Prancis.

Kementerian luar negeri Prancis telah mengeluarkan peringatan kepada warganya di Indonesia, Bangladesh, Irak dan Mauritania, agar berhati-hati.

Warga Prancis diminta untuk menghindar protes terkait kartun Nabi Muhammad dan menghindari kerumunan.

Macron mengangkat soal kartun Nabi Muhammad menyusul pemenggalan seorang guru yang menunjukkan kartun itu kepada para muridnya.

Saat memberikan penghormatan kepada guru itu, Macron mengatakan Prancis "tidak akan berhenti (menerbitkan) kartun kami."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan boikot atas produk-produk Prancis pada hari Senin (26/10).

baca juga

Dalam pidato di televisi, Erdogan mengatakan Muslim menjadi sasaran kampanye seperti yang terjadi terhadap Yahudi di Eropa sebelum Perang Dunia II," katanya.

Erdogan mengatakan, "Para pemimpin Eropa harus meminta kepada presiden Prancis untuk menghentikan kampanye kebencian."

Namun negara-negara Eropa mendukung Macron dan mengecam komentar Erdogan terkait pemimpin Prancis itu.

Erdogan mengatakan Macron perlu "perawatan mental" atas posisinya terkait kelompok Islam radikal, langkah yang membuat Prancis memanggil duta besar mereka untuk Turki, untuk berkonsultasi.

Demonstran sebut Macron 'memuja setan'

Polisi memperkirakan sekitar 40.000 orang turun ke jalan dalam demonstrasi yang diorganisir oleh kelompok Andolan Islami, salah satu partai terbesar di Bangladesh.

Pengunjuk rasa menerikakkan "boikot produk Prancis" dan menyerukan agar Presiden Macron dihukum.

"Macron adalah salah satu dari segelintir pemimpin yang memuja setan," kata pemimpin Islami Andolan, Atur Rahman, dalam unjuk rasa itu.

Atur Rahman mendesak pemerintah Bangladesh untuk mengusir duta besar Prancis.

"Prancis adalah musuh Muslim. Mereka yang mewakli Prancis adalah mush kami juga," kata pemimpin kelompok lain, Nesar Uddin.

Polisi menggunakan kawat berduri untuk membarikade jalan sekitar lima kilometer dari kedutaan Prancis.

Pernyataan kementerian luar negeri Prancis selain meminta warga di sejumlah negara berhati-hati, juga mengkritik seruan boikot dengan menyebut langkah itu, "Memutarbalikkan posisi yang dibela Prancis yang mengedepankan kebebasan ekspresi, kebebasan agama dan menolak seruan kebencian" serta memutarbalikkan komentar Macron terkait Islam untuk "tujuan politik."

"Akibatnya, boikit itu tak ada gunanya dan harus segera diakhiri dan juga akhiri serangan terhadap negara kami yang dipicu oleh kelompok minoritas radikal."

Pemenggalan guru sejarah

Seorang guru Samuel Paty dipenggal pada 16 Oktober oleh remaja berusia 18 tahun Abdullakh Anzorov, di luar Paris, setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada para muridnya dalam pelajaran kebebasan berbicara.

Pembunuhan guru terjadi di tengah pengadilan serangan tahun 2015 terhadap Charlie Hebdo, majalah satiris yang menerbitkan kartun.

Demonstrasi berlangsung di seluruh Prancis setelah pembunuhan Paty.

Potretnya dan kartun Nabi Muhammad dipancarkan di balai kota dia dua kota Prancis minggu lalu sebagai penghargaan keapda guru itu.

Dalam upacara pemakaman, Macron memuji Paty dan berjanji akan terus "melanjutkan perjuangan kebebasan, kebebasan untuk membela Republik yang menjadi wajauhmu."

Kematian Paty terjadi dua minggu setelah Presiden Prancis menggambarkan Islam sebagai agama yang berada dalam "krisis" dan mengumumkan langkah baru untuk menangani apa yang ia sebut "separtisme Islamis."

Sekulerisme atau laïcité menjadi lambang identitas Prancis.

Menekan kebebasan ekspresi untuk mellindungi salah satu komunitas mengancam persatuan, menurut landasan negara itu.

Populasi Muslim di Prancis terbesar di Eropa Barat dan sejumlah kalangan menuduh pemerintah menggunakan alasan sekulerisme untuk menyasar Muslim.

Dalam cuitan Senin (26/10), Macron mengatakan Prancis "tidak akan menyerah namun juga akan menghargai semua perbedaan dengan semangat perdamaian".

"Kami tidak menerima ujaran kebencian dan membela debat yang memiliki landasan. Kami selalu mengedepankan martabat manusia dan nilai-nilai universal," tulisnya.

Reaksi negara lain

Saudi Arabia telah mengeluarkan pernyataan resmi mengecam penerbitan kartun Nabi Muhammad, namun tidak menyebut Prancis.

Pernyataan kementerian luar negeri menyebutkan Saudi "menolak upaya mengaitkan Islam dan terorirsme" dan bahwa negara itu juga "mengecam segala bentuk terorisme, siapapun pelakuknya."

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menuduh Macron memprovokasi umat Islam.

Dengan kata-kata keras, Kadyrov mengatakan Selasa (27/10) presiden Prancis "sendiri mulai terlihat sebagai seorang teroris".

"Dengan mendukung provokasi, ia diam-diam menyerukan Muslim untuk melakukan kejahatan," katanya.

Chechya adalah republik otonom di Rusia selatan dengan mayoritas Muslim.

Dalam cuitan hari Minggu (24/10), Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menuduh Macron "menyerang Islam".

Produk-produk Prancis dipindahkan dari sejumlah toko di Kuwait, Jordania dan Qatar.

Protes juga berlangsung di sejumlah negara termasuk Irak, Libya dan Suriah.

Namun, para pemimpin Eropa mendukung Prancis.

Jerman megnatakan "solidaritas" terhadap Macron setelah komentar Erdogan, sementara juru bicara pemerintah Steffen Seibert menyebut pernyataan Presiden Turki itu "mencela" dan "sama sekali tidak dapat diterima."

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengatakan "Belanda tetap membela Prancis dan bagi nilai-nilai kolektif Uni Eropa."

Sementara Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte juga mengungkapkan "solidaritas penuh" terhadap Macron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×