Donald Trump atau Biden, Siapa yang Lebih Disukai Warga Arab di Timteng?

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2020 | 10:54 WIB
Donald Trump atau Biden, Siapa yang Lebih Disukai Warga Arab di Timteng?
BBC

Suara.com - Tak satu pun dari dua kandidat presiden AS yang akan berdampak baik untuk Timur Tengah dan Afrika Utara - demikian hasil survei baru-baru ini dengan responden orang-orang Arab di wilayah tersebut.

Itulah kesimpulan dari sekitar setengah dari total responden yang ditanyai dalam jajak pendapat yang dilakukan bersama oleh kelompok penelitian YouGov dan surat kabar Arab News milik Saudi.

Sebanyak 40% responden berpikir Joe Biden akan lebih baik untuk wilayah tersebut, sementara hanya 12% yang memilih Presiden Trump.

Jajak pendapat tersebut dilakukan secara online bulan lalu di 18 negara dengan judul What do Arabs Want? (Apa yang diinginkan orang Arab?)

Lebih dari 3.000 orang ambil bagian. Baik Donald Trump yang sedang menjabat maupun penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden tidak dianggap sebagai kandidat yang populer.

Namun, dukungan pada Biden sedikit lebih baik. Ini dipengaruhi oleh keputusan Trump yang tidak populer untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem, sesuatu yang ditentang oleh 89% dari mereka yang disurvei.

Namun, kandidat petahana bernasib lebih baik di Irak dan Yaman, di mana mayoritas menyetujui sikap keras Trump terhadap Iran, termasuk dalam hal pemberian sanksi.

Sekitar 57% responden Irak mengatakan mereka menyetujui keputusan AS untuk membunuh pemimpin Pengawal Revolusi Iran Jenderal Qasem Soleimani awal tahun ini. Sementara persentase yang sama di Suriah menentangnya.

Pendekatan baru

Mengingat delapan tahun sebelumnya Biden menjabat di Gedung Putih sebagai wapres Presiden Obama dari 2009-2017, responden ditanya apa pendapat mereka tentang pemerintahan itu.

Sekali lagi, mereka kurang antusias, dengan mayoritas dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka yakin Presiden Obama telah membuat kawasan itu lebih buruk dan berharap Joe Biden, jika terpilih, akan menjauhkan diri dari kebijakan mantan presidennya.

Namun, perlu dicatat bahwa meski tidak ada indikasi campur tangan dalam jajak pendapat, mitra survei ini adalah Arab News yang berbasis di Riyadh di Arab Saudi. Media ini beroperasi dengan pedoman editorial pemerintah.

Arab Saudi adalah saingan regional Iran dan kepemimpinan Saudi tidak pernah memaafkan Presiden Obama karena mencapai kesepakatan nuklir 2015 dengan Teheran.

Kesepakatan itu, yang kemudian ditarik oleh Presiden Trump, mengeluarkan miliaran dolar dalam rekening bank yang dibekukan dengan imbalan inspeksi nuklir yang ketat.

Kritikus kesepakatan tersebut, termasuk kepemimpinan Saudi, menyatakan bahwa alih-alih menggunakan uang itu untuk meningkatkan standar hidup, lembaga keamanan Iran yang kuat menggunakan banyak uang itu untuk mendanai program rudal balistik, menjalankan operasi khusus rahasia di Teluk, dan menjalankan kebijakan yang agresif dan ekspansif di seluruh wilayah Timur Tengah.

Anehnya, mengingat sejarah ketidakpercayaan warga Palestina terhadap kebijakan AS terhadap Israel, hasil jajak pendapat menunjukkan keinginan warga Palestina yang disurvei untuk melihat keterlibatan AS yang lebih besar dalam mengamankan kesepakatan damai.

Jajak pendapat tersebut dilakukan tak lama setelah UEA mengejutkan banyak orang dengan menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.

Prioritas

Kebijakan imigrasi AS disinggung dalam jajak pendapat tersebut. Sekitar 75% responden berharap pemerintahan Gedung Putih berikutnya akan mempermudah orang Arab mengunjungi AS.

Laporan terbaru menunjukkan banyak kaum muda Arab yang ingin pindah ke luar wilayah tersebut, terutama dari Lebanon, yang praktik korupsinya dan keruntuhan ekonominya telah menyebabkan banyak warga putus asa.

Terkait perlunya AS menghadapi ekstremisme radikal Islam, hanya 24% yang mengatakan hal itu harus menjadi prioritas, dibandingkan dengan 44% yang menyebut penyelesaian konflik Arab-Israel dan 37% yang menyebutkan terntang virus corona.

Masalah lama terkait pemerintahan yang buruk dan salah urus ekonomi - yang membantu memicu protes Musim Semi Arab tahun 2011 - juga menjadi hal yang diperhatikan responden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus

Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus

News | Senin, 27 April 2026 | 12:05 WIB

Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump

Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 11:59 WIB

Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi

Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi

News | Senin, 27 April 2026 | 11:42 WIB

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

News | Senin, 27 April 2026 | 10:56 WIB

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

News | Senin, 27 April 2026 | 10:44 WIB

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

News | Senin, 27 April 2026 | 10:32 WIB

Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump

Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 09:41 WIB

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 08:39 WIB

Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan

Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan

News | Senin, 27 April 2026 | 07:34 WIB

Terkini

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB

10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon

10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon

News | Senin, 27 April 2026 | 23:40 WIB

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

News | Senin, 27 April 2026 | 23:33 WIB

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB