alexametrics

Megawati Kaitkan Milenial dengan Pembakaran Halte, PKS: Itu Ulah Oknum

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Megawati Kaitkan Milenial dengan Pembakaran Halte, PKS: Itu Ulah Oknum
Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)

"Perusak halte adalah oknum bukan milenial."

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempertanyakan dan mengkritik anak-anak muda yang melakukan aksi berujung terhadap pembakaran halte TransJakarta, beberapa waktu lalu.

Menanggapi pernyataan Megawati, anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera menegaskan pembakaran halte bukan perbuatan anak-anak muda yang berdemo menolak UU Cipta Kerja.

Mardani sekaligus menjawab ucapan Megawati yang menanyakan apa sumbangsih kaum milenial.

"Perusak halte adalah oknum bukan milenial. Justru Milenial banyak karyanya. Pelaku startup, pelajar, dan mahasiswa berprestasi hingga milenial yang ikut demo tertib, karena cinta negeri adalah barisan milenial penuh prestasi," kata Mardani dihubungi Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Baca Juga: Kritik Pedas Asfinawati ke Megawati, Ingatkan Peristiwa Kudatuli

Menurut Mardani, jika ada yang kurang dari milenial terkait prestasi dan sumbangsihnya, hal itu bukan semata-mata kesalahan milenial.

"Jika milenial kurang berprestasi maka yang salah kita yang sudah senior. Mereka adalah aset negeri," ujar Mardani.

Diketahui, gelombang protes terhadap Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus bergulir di sejumlah daerah, termasuk di Jakarta. Bahkan, aksi menolak terhadap UU sapu jagat itu pun digelar kalangan buruh dan mahasiswa pada Rabu (28/10/2020) atau bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyoroti aksi protes yang kebanyakan dilakukan anak-anak muda alias kalangan milenial.

Putri mendiang Presiden pertama Soekarno ini mempertanyakan adanya demo berujung aksi perusakan fasiitas umum yang belakangan terjadi di Jakarta.

Baca Juga: Bela Pendemo yang Dicibir Megawati, Asfinawati Ungkit Peristiwa Kuda Tuli

"Kurang apa saya bilang pada mereka yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo. Kalau tak cocok, pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat. Itu terbuka bagi aspirasi," kata Megawati saat peresmian sejumlah kantor PDIP secara virtual dari kediamannya di Teuku Umar, Jakarta, Rabu.

Komentar