Jangkau 4 Juta Orang, Slovakia akan Gelar Tes Covid-19 Skala Nasional

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Minggu, 01 November 2020 | 12:17 WIB
Jangkau 4 Juta Orang, Slovakia akan Gelar Tes Covid-19 Skala Nasional
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Slovakia akan melakukan uji Covid-19 berskala nasional, bertujuan untuk menjangkau sekitar 4 juta penduduknya.

Menyadur The Guardian, Minggu (1/11/2020), tes massal ini akan diberikan kepada mereka yang berusia lebih dari 10 tahun.

Tes massal direncanakan akan dimulai per akhir pekan ini, setelah melakukan percobaan selama tiga hari pada minggu lalu.

Sekitar 20 ribu staf medis, dibantu dengan tentara, akan disebar di ribuan lokasi pengujian dan bekerja selama dua pekan.

Ide tes skala nasional ini muncul setelah infeksi virus corona di Slovakia terus meroket. Tes disebutkan satu-satunya alternatif jika tak ingin melakukan lockdown.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Namun Presiden Slovakia, Zuzana Caputova belakangan mengimbau pihak berwenang untuk memikirkan kembali rencana uji Covid-19 massal lantaran kurangnya staf medis, mengutip BBC.

Menteri Pertahanan Slovakia mengatakan jumlah petugas kesehatan yang terlatih untuk membantu progam tes massal ini belum tercukupi.

Data kementerian pertahanan mengungkap sejauh ini hanya baru 70% slot staf medis yang terisi, dari total kebutuhan 20 ribu.

Lebih jauh, tes antigen massal ini memungkinkan orang mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona hanya dalam waktu 30 menit.

baca juga

Mereka yang dinyatakan positif, akan memiliki dua opsi yakni melakukan karantina 10 hari di rumah atau di fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.

Sementara bagi mereka yang menolak melakukan tes harus mengisolasi diri selama 10 hari, atau membayar denda sebesar 1.650 euro ( Rp 28,2 juta).

Slovakia mencatatkan 3.363 infeksi vrius corona baru pada Kamis (29/10), menjadikan total kasus 55.091 dengan 212 kematian.

Sejumlah menteri di Slovakia mengatakan sistem rumah sakit di negaranya bisa runtuh dalam beberapa pekan jika tak segera melakukan tindakan pencegahan.

Kendati terkendala jumlah tenaga medis, Menteri Pertahanan Jaro Nad menyebut tes massal ini merupakan alternatif yang lebih baik.

"Jika anda memperhitungkan bahwa anda mengidentifikasi 70% orang yang sakit atau terinfeksi di seluruh negeri," kata Nad.

Dengan begitu, sambung Nad, pemerintah bisa mewajibkan warga yang positif untuk melakukan karantina mandiri guna mencegah mereka menularkan virus ke orang lain.

"Tidak ada alternatif yang lebih baik jika tak ingin membiarkan ribuan orang yang terinfeksi tak diketahui," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populasi Heterogen Lebih Cepat Kembangkan Herd Immunity Dibanding Homogen

Populasi Heterogen Lebih Cepat Kembangkan Herd Immunity Dibanding Homogen

Health | Minggu, 01 November 2020 | 08:44 WIB

Pandemi Covid-19 Jadi Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Indonesia Modern

Pandemi Covid-19 Jadi Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Indonesia Modern

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Keren! Alat Tes Covid-19 Lewat Napas Buatan UGM Siap Diuji Coba

Keren! Alat Tes Covid-19 Lewat Napas Buatan UGM Siap Diuji Coba

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:09 WIB

Terkini

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 21:57 WIB

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 21:51 WIB

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 21:05 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

×