Sebar Klaim Tak Berdasar, Grup 'Stop the Steal' Pro-Trump Diblokir Facebook

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 06 November 2020 | 13:34 WIB
Sebar Klaim Tak Berdasar, Grup 'Stop the Steal' Pro-Trump Diblokir Facebook
Ilustrasi Facebook. [Kon Karampelas/Unsplash]

Suara.com - Facebook dilaporkan telah menghapus grup pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump bernama 'Stop the Steal' atau 'Hentikan Pencurian', lantaran sejumlah anggotanya mengunggah klaim tak berdasar tentang pemilu.

Menyadur Channel News Asia, Jumat (6/11/2020), beberapa anggota grup pendukung Trump disebutkan menyebarkan klaim bahwa pihak Joe Biden, Partai Demokrat, telah melakukan kecurangan dalam pemilihan.

Grup pro-Trump itu disebutkan berkembang pesat, dalam setiap 10 detik, ada 1.000 anggota baru yang bergabung. Dalam satu hari, grup 'Stop the Steal' berisi mencapai 365.000 orang.

Sebuah seruan yang muncul di grup pada Kamis (5/11) sore waktu setempat, menyerukan "sepatu di lapangan untuk melindungi integritas suara".

Seruan itu merupakan buntut dari klaim tak berdasar yang disebarkan oleh Trump maupun akun-akun terkenal Partai Republik tentang adanya kecurangan dalam pemungutan suara, dibarengi dengan tagar #StopTheSteal. 

"Kelompok itu diorganisir seputar delegimitasi proses pemilihan, dan kami melihat seruan yang mengkhawatirkan untuk kekerasan dari beberapa anggota kelompok," ujar seorang juru bicara Facebook dalam sebuah pertanyaan.

Atas langkah Facebook, anggota grup lantas menyerukan kritikan, menyebut mereka mengorganisir protes secara dami dan telah bekerja keras melakukan pengawasan terhadap konten yang ada.

Juru bicara grup 'Stop the Steal', Chris Barron, mengatakan lawan politik mereka yang juga menyuarakan keprihatinan atas tudingan kecurangan pemilu oleh Trump dengan menggelar protes, tidak menghadapi masalah yang sama.

"Jika Facebook ingin menjadi penengah kebenaran, maka mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Barron.

baca juga

Disebutkan Channel News Asia, dalam tinjauan terhadap sejumlah kecil komentar yang diunggah di grup 'Stop the Steal', sebelum diblokir Facebook, tidak menemukan adanya seruan langsung terkait kekerasan.

Namun narasi yang diedarkan di grup adalah bahwa suara partai Republik sedang "dibatalkan" oleh Demokrat, yang dalam hal ini dinilai tidak berdasarkan pada kenyataan yang ada.

Dalam aturannya, Facebook melarang pernyataan niat atau mengajurkan kekerasan dalam pemungutan suaram pendaftaran pemilih, maupun hasil pemilu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalah di Georgia dan Michigan, Trump Ngotot Gugat Pilpres AS di Nevada

Kalah di Georgia dan Michigan, Trump Ngotot Gugat Pilpres AS di Nevada

News | Jum'at, 06 November 2020 | 11:15 WIB

Facebook dan Twitter Proaktif Mencegah Berita Palsu di Pilpres AS 2020

Facebook dan Twitter Proaktif Mencegah Berita Palsu di Pilpres AS 2020

Video | Jum'at, 06 November 2020 | 11:06 WIB

Balasan Telak Greta Thunberg Gegara Trump Minta Setop Perhitungan Suara

Balasan Telak Greta Thunberg Gegara Trump Minta Setop Perhitungan Suara

News | Jum'at, 06 November 2020 | 10:43 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×