Demi Dapat Momongan, Seorang Paman Tega Korbankan Ponakan untuk Persembahan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 19 November 2020 | 09:06 WIB
Demi Dapat Momongan, Seorang Paman Tega Korbankan Ponakan untuk Persembahan
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang gadis kecil berusia 7 tahun di India dibunuh dan diambil organ dalamnya untuk persembahan pamannya sendiri demi meminta momongan saat perayaan Diwali.

Menyadur Times Of India, Rabu (17/11/2020) insiden tersebut terjadi di daerah Ghatampur Kanpur pada hari Sabtu, para pelaku mengambil hati dan paru-parunya dan menyerahkannya kepada paman dan bibi mereka yang kemudian dimakan sebagai bagian dari ritual okultisme.

Ritual tersebut bertepatan dengan perayaan Diwali yang dianggap sebagai persembahan agar pasangan yang tidak memiliki momongan dapat memiliki anak.

Polisi menangkap empat tersangka terkait pembunuhan gadis kecil tersebut. Organ vital, termasuk paru-paru dan hati, anak itu hilang dan anggota keluarganya menuduh pembunuhan itu merupakan akibat dari praktik okultisme.

Setelah interogasi terhadap dua tersangka, polisi awalnya mengklaim gadis itu dibunuh oleh keduanya karena menolak untuk menuruti permintaannya.

Namun, selama penyelidikan Ankul menangis dan mengaku telah membunuh gadis itu bersama temannya Veeran sebagai bagian dari ritual pengorbanan manusia setelah diminta oleh paman dan bibinya yang tidak memiliki anak.

SP Brijesh Kumar Srivastava mengatakan gadis itu dibunuh secara brutal pada Sabtu malam. "Kami telah menahan Parshuram dan istrinya Sunaina selain Ankul dan Veeran," jelas SP.

Ankul mengaku bahwa paman dan bibinya telah memberi mereka 1.000 rupee (Rp 190.000) dan meminta mereka untuk menculik dan mengorbankan putri tetangga mereka yang berusia tujuh tahun dan membawa organ vitalnya pada malam Diwali.

Pengorbanan itu dibuat sebagai salah satu ritual untuk meminta momongan yang sudah mereka tunggu selama 21 tahun sejak pernikahan mereka, kata polisi.

baca juga

Menurut keterangan polisi, Parshuram telah berkonsultasi pada seorang dukun dan astrolog selama beberapa tahun terakhir.

Ankul dan Veeran melihat gadis itu sedang bermain di luar rumahnya pada Sabtu malam. Kemudian mereka membujuknya dan membawanya ke tempat terpencil di pinggiran desa.

"Mereka membacok gadis itu dengan pisau dan mengambil hati, paru-paru dan organ vitalnya dan membuang jasadnya di ladang. Sebelum memutilasinya, keduanya juga menyerang anak itu secara seksual," kata polisi.

Kemudian, keduanya membawa hati dan paru-paru yang mereka ambil dari gadis kecil tersebut ke rumah Parshuram yang disimpan di kantong plastik.

Pasangan tersebut melakukan ritual 'tantrik' dengan menempatkan bagian tubuh di suatu tempat, setelah itu mereka memakannya.

Pasangan itu awalnya berpura-pura tidak bersalah selama penyelidikan awal, tetapi akhirnya mengakui perbuatan salah mereka.

Polisi menemukan pisau tajam yang digunakan tersangka. Selain itu, polisi telah melakukan pencarian untuk menangkap dukun yang terlibat dalam insiden tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Mantan Menteri PU Ini Dicokok

Sedang Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Mantan Menteri PU Ini Dicokok

News | Rabu, 18 November 2020 | 19:15 WIB

Waduh, Udara Beracun Hantui Penduduk India Pasca Festival Diwali

Waduh, Udara Beracun Hantui Penduduk India Pasca Festival Diwali

Health | Minggu, 15 November 2020 | 20:08 WIB

Hilang selama 15 Tahun, Seorang Polisi di India Ditemukan jadi Gelandangan

Hilang selama 15 Tahun, Seorang Polisi di India Ditemukan jadi Gelandangan

News | Senin, 16 November 2020 | 09:03 WIB

Terkini

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:20 WIB

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:15 WIB

×