Sedang Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Mantan Menteri PU Ini Dicokok

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 18 November 2020 | 19:15 WIB
Sedang Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Mantan Menteri PU Ini Dicokok
Ilustrasi tersangka.(Shutterstock)

Suara.com - Departemen Kewaspadaan India pada hari Rabu menangkap mantan Menteri Pekerjaan Umum dan legislator senior Liga Muslim Indian Union (IUML) V.K. Ebrahim Kunju terkait kasus korupsi saat sedang dirawat di rumah sakit.

Menyadur Gulf News, Ebrahim Kunju diduga terlibat dalam kasus runtuhnya jembatan layang Palarivattom. Dia ditangkap dari rumah sakit tempat dia dirawat sehari sebelumnya.

Sebelumnya, petugas departemen Kewaspadaan menggerebek rumah Kunju. Istrinya memberi tahu mereka bahwa dia dirawat di rumah sakit swasta, tetapi tidak percaya dengan jawabannya, polisi tetap menggeledah rumah tersebut.

Kemudian, para petugas mendatangi rumah sakit swasta tempat dia menjalani perawatan dan melakukan penangkapan.

Kunju sebelumnya telah beberapa kali dimintai keterangan oleh Biro Kewaspadaan dan Anti-Korupsi (VACB) atas kasus korupsi dalam pembangunan jalan layang Palarivattom. Dia disebut sebagai terdakwa kelima dalam kasus tersebut.

Dibangun dengan biaya 42 crore rupee selama rezim mantan Menteri Utama Oommen Chandy, flyover sepanjang 750 meter itu seharusnya bertahan selama lebih dari 100 tahun. Jembatan tersebut dibuka pada Oktober 2016 dan dalam waktu tiga tahun sudah runtuh dan harus ditutup.

Jalan layang ini dibangun oleh Proyek RDS yang berbasis di Delhi untuk Perusahaan Pembangunan Jalan dan Jembatan milik negara. KITCO adalah konsultan pengawasan untuk proyek tersebut.

Kunju, adalah Menteri yang menjabat ketika jembatan layang tersebut dibangun.

Sudah empat penangkapan dilakukan dalam kasus ini dan setelah berada di penjara, keempatnya dibebaskan dengan jaminan.

baca juga

Mereka yang ditangkap sebelumnya termasuk direktur proyek Sumit Goyal dari Proyek RDS, mantan Sekretaris Departemen Pekerjaan Umum T.O. Sooraj, Benny Paul yang mewakili KITCO, dan M.T. Thankachen dari Roads and Bridges Development Corporation.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Ketua Menteri Pinarayi Vijayan, yang telah terpojok di semua lini dalam berbagai penipuan dan tuduhan, telah memutuskan untuk melakukan perlawanan ke kubu oposisi sekarang.

Selain itu, putra Sekretaris Negara CPI-M Kodiyeri Balakrishnan juga ditangkap berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang oleh ED dan sekarang ditahan di Biro Pengendalian Narkotika di Bengaluru.

Balakrishnan dan Vijayan harus melepaskan jabatannya minggu lalu, setelah Kongres dan BJP meminta ia mengundurkan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Udara Beracun Hantui Penduduk India Pasca Festival Diwali

Waduh, Udara Beracun Hantui Penduduk India Pasca Festival Diwali

Health | Minggu, 15 November 2020 | 20:08 WIB

Hilang selama 15 Tahun, Seorang Polisi di India Ditemukan jadi Gelandangan

Hilang selama 15 Tahun, Seorang Polisi di India Ditemukan jadi Gelandangan

News | Senin, 16 November 2020 | 09:03 WIB

10 Makanan yang Kerap Disajikan Saat Festival Diwali India

10 Makanan yang Kerap Disajikan Saat Festival Diwali India

Sumut | Sabtu, 14 November 2020 | 20:30 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×