Bocah Penjual Donat Ketiduran di Jalan, Dituding Dieksploitasi, Benarkah?

Dany Garjito, Hernawan

Kamis, 19 November 2020 | 14:42 WIB
Bocah Penjual Donat Ketiduran di Jalan, Dituding Dieksploitasi, Benarkah?
Bocah penjual donat ketiduran saat jualan (Instagram/ndorobeii)

Suara.com - Beredar di media sosial, potret seorang bocah laki-laki ketiduran di pinggir jalan saat sedang menjajakan barang dagangan.

Potret bocah yang diketahui menjual donat tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @ndorobeii pada Rabu (18/11/2020).

Sosok bocah penjual donat itu bernama Noval. Usianya kini menginjak 15 tahun.

Hampir setiap hari, dia berdagang di sekitar Jalan Timbul/Cipedak, Srengseng, Jagakarsa, Kawasan Jakarta Selatan - Depok.

Menurut informasi yang ada, Noval berjualan di sela-sela waktu sekolah daring.

Bocah penjual donat ketiduran saat jualan (Instagram/ndorobeii)
Bocah penjual donat ketiduran saat jualan (Instagram/ndorobeii)

Adapun alasannya untuk berjualan donat tak lain adalah untuk membantu Ibu dan saudara-saudaranya.

Dalam foto yang beredar, Noval tertangkap kamera sedang menunggui jualannya di tepi sebuah jalanan.

Tampak lelah, kepalanya ditopangkan pada toples tempat dia menaruh donat.

Sosok Noval kini viral dan menyedot perhatian. Pasalnya, beredar pula kabar bahwa dia adalah korban eksploitasi orang tua.

baca juga

Salah satu warganet dalam kolom komentar mengklaim mendapat informasi yang mengatakan bahwa Noval hanya dimanfaatkan oleh Ibunya untuk mendapatkan donatur.

Klaim itu dibagikan oleh akun Instagram @prast*******.

Dia mengatakan, sejauh ini banyak yang ingin membiayai sekolah Noval. Bahkan, dari pihak sekolah pun menggratiskannya. Hanya saja, sang Ibu menolak begitu saja.

Selain itu, dia juga mengatakan dulu pernah ada salah seorang maahsiswa yang membuka donasi untuk Noval. Namun, tetap saja Noval masih diminta Ibunya untuk berjualan.

Berikut komentar yang sempat dibagikannya.

"Afwan. Benar, anak ini namanya Noval dan siswa SMP Darussalam Jalan Moch. Kahfi 2. Anak ini beserta kakaknya memang dimaanfaatkan oleh ibunya untuk mendapatkan donatur. Padahal sudah banyak yang ingin membiayai sekolahnya. Bahkan dari pihak sekolah sudah menggratiskan sekolahnya. Tapi ibunya menolak karena mengharapkan bantuan berupa uang untuk mereka. Bahkan ada mahasiswa Universitas Pancasila membuka donasi untuk Noval di Twitter. Dan pernah masuk TV juga acara hitam putih dan sudah mendapatkan donasi, tapi tetap saja anak ini dan kakaknya disuruh ibunya untuk berjualan donat di sana demi mendapatkan donatur. Ibunya banyak berbohong dan menekan anaknya untuk berbohong.. Ayahnya tidak ada dan tidak diketahui keberadaannya," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak Lupa Lepas Helm saat Kondangan, Endingnya Bikin Tepok Jidat

Emak-emak Lupa Lepas Helm saat Kondangan, Endingnya Bikin Tepok Jidat

Jabar | Kamis, 19 November 2020 | 14:03 WIB

Viral Pasca Bubarkan Kerumunan Jamaah, Ini Profil Ustaz Dasad Latif

Viral Pasca Bubarkan Kerumunan Jamaah, Ini Profil Ustaz Dasad Latif

Kaltim | Kamis, 19 November 2020 | 13:56 WIB

Pesan Masker Aloe Vera yang Datang Ini, Komplain Pembeli Malah Buat Emosi

Pesan Masker Aloe Vera yang Datang Ini, Komplain Pembeli Malah Buat Emosi

Lifestyle | Kamis, 19 November 2020 | 14:17 WIB

Terkini

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 21:34 WIB

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:25 WIB

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:22 WIB

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 21:15 WIB

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain  Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 21:08 WIB

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 21:05 WIB

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:02 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:01 WIB

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 20:53 WIB

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Bogor | Sabtu, 05 September 2026 | 20:49 WIB

×