Djakarta Teater Platform dan Bentuk Baru Dalam Seni Pertunjukan

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 20 November 2020 | 19:05 WIB
Djakarta Teater Platform dan Bentuk Baru Dalam Seni Pertunjukan
Pekerja menyelsaikan atap gedung Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Karena bagi saya, yang sedang beradaptasi bukan hanya kreatornya saja, tapi juga penonton," ungkap dia.

Dalam konteks saat ini, Yudi mengatakan, perlu ada definisi ulang terhadap seni pertunjukan saat ini. Kata dia, apakah ada 'livenees' baru dari seni pertunjukan dengan media baru -- yang sebenarnya sudah berlangsung lama.

"Apakah ada liveness yang lain yang bisa didaptkan atau bisa diupayakan melalui teknik atau penggunaan media yang baru. Sekali lagi baru dalam tanda kutip karena kamera, film, internet sudah ada dan berlangsung lama," beber Yudi.

Ada sejumlah acara sejumlah rangkaian acara di Djakarta Teater Platform kali ini. Salah satunya adalah "Ruang Presentasi Proses Karya" yang menghadirkan Unlogic Teater, rokateater, Teater Selembayung, Sun Community, Language Theatre, dan Kolaborasi Abdi Karya (Indonesia) dengan Theatr na nOg (Inggris) untuk proyek Work in Progress.

Sutradara Unlogic Teater, Dina Febriana mengatakan, kelompoknya akan membawakan naskah berjudul "Mesin Hamlet" karya Heiner Muller. Pada kesempatan tersebut, Unlogic Teater akan menghadirkan naskah tersebut dengan konsep teater radio.

Dina mengatakan, teater radio tersebut dia tafsirkan dari gagasan Antonin Artaud -- dramawan Prancis. Pada tahun 1947, Artaud diketahui menggelar pertunjukan berjudul "To Have Done With The Judgment of God".

"Yang memang pada saat itu dilarang sebagain karena memang sensor ya. Artaud yang memang penampilannya dirancang untuk menyerang indra dan kepekaan penonton dan mengajak untuk sadar pada realitas dasar kehidupan seperti seks, penyiksaan, jeritan, dan pembunuhan," ujar Dina.

Dina mengatakan, konsep teater radio dipilih oleh Unlogic Teater dengan berbagai macam pertimbangan. Karena masa pandemi Covid-19, pertunjukan daring dipilih sebagai bentuk baru.

Tak hanya itu, konsep teater radio dianggap juga merepresentasikan sebagai medium yang bisa mengekspresikan diri manusia. Pasalnya, teater radio menggunakan medim suara dalam menyampaikan suatu gagasan.

baca juga

"Menurut saya ini sangat memungkinkan platform daring dan suara pada dasarnya adalah visual dalam bentuk yang lebih imajinatif," jelasnya.

Dina menambahkan, kelompoknya melalui naskah Mesin Hamlet dalam konsep teater radio berusaha mengajak penonton untuk lebih dekat dengan performer. Tak hanya itu, penonton jug akan diajak untuk berimajinasi dalam menciptakan peristiwa tanpa adanya komponen visual.

"Agar penonton dapat membayangkan sendiri bagaimana karakter dan cerita. Mungkin juga pertunjukannya tidak lagi naratif," beber Dina.

Menurut Dina, naskah 'Mesin Hamlet' juga relevan jika dibawakan dalam platform daring. Dia menyebutkan, pertunjukan secara daring juga sebagai bentuk perjumpaan tubuh yang termediasi.

"Kami mencoba merayakan banalitas dalam dunia daring. Semoga tafsir kami dalam Mesin Hamlet ini dapat memberikan impresi melalui banalitas kami dan juga menurut kami masih meraba-raba," pungkas Dina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarin Lukisan Yos Suprapto Kini Lagu Sukatani Dibredel, DKJ: Ada Upaya Sistematis

Kemarin Lukisan Yos Suprapto Kini Lagu Sukatani Dibredel, DKJ: Ada Upaya Sistematis

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 20:52 WIB

Ulasan Novel Tabula Rasa, Kompleksitas Cinta dalam Realita Kehidupan

Ulasan Novel Tabula Rasa, Kompleksitas Cinta dalam Realita Kehidupan

Your Say | Jum'at, 12 Januari 2024 | 09:44 WIB

Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta Hadirkan Contemporary Dance Festival 2022

Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta Hadirkan Contemporary Dance Festival 2022

Press Release | Senin, 12 Desember 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan  dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Jogja | Sabtu, 26 September 2026 | 13:31 WIB

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 13:29 WIB

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 13:27 WIB

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 13:24 WIB

×