Mengenal Moirolog Perempuan, Pelayat Profesional di Yunani

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 12:46 WIB
Mengenal Moirolog Perempuan, Pelayat Profesional di Yunani
DW

Suara.com - Seperti pelayat lainnya, para moirolog perempuan di Yunani ini datang menengok jenazah, menampilkan duka, dan air mata. Bedanya, mereka profesional.

Saat ayahnya baru saja meninggal pada empat tahun lalu, fotografer asal Yunani yang selama ini tinggal di Brussels, Ioanna Sakellaraki, memutuskan kembali ke negaranya.

Ia butuh waktu untuk memproses kehilangan ini dan untuk menghabiskan waktu bersama sang ibu. Saat inilah, ia menemukan adanya ritual tradisional seputar kematian dalam budaya Yunani.

Ioanna Sakellaraki kemudian mengetahui bahwa ada sekelompok perempuan lanjut usia yang masih mempraktikkan profesi kuno di desa-desa terpencil di wilayah Peloponnese, yakni menjadi seorang pelayat profesional. Para perempuan ini disebut moirolog, berasal dari kata moíra yang berarti takdir dan lógos yaitu pidato.

Moirolog dipekerjakan untuk menembang dan berduka saat prosesi pemakaman. Mereka juga menemani keluarga yang ditinggalkan dalam melalui ritual kompleks pascakematian dalam budaya tradisional Yunani.

Tradisi ini telah dilakukan selama berabad-abad sebelumnya.

Penasaran, fotografer berusia 30 tahun itu pun berhasil mendapatkan dana dari Royal Photographic Society London.

Ia lalu melakukan perjalanan ke desa-desa terpencil untuk menemukan para pelayat profesional ini dan mempelajari keberadaan mereka.

Proyek fotografinya berjudul The Truth is in the Soil, mengeksplorasi "rekayasa kesedihan" dengan mendokumentasikan kehidupan belasan moirolog yang dipekerjakan untuk berduka atas orang-orang yang mungkin belum pernah mereka temui.

Pada bulan Oktober lalu, fotografer dan pekerja seni ini mengadakan pameran tunggal di Berlin sebagai bagian dari Bulan Fotografi Eropa.

Tradisi bersejarah tentang nyanyian 'takdir'

Para perempuan yang berkabung secara profesional di Semenanjung Mani di Yunani ini melihat pekerjaan mereka sebagai cara untuk membantu keluarga yang berduka, dan menemani almarhum dalam perjalanan ke alam baka.

Tembang duka yang mereka senandungkan disebut nyanyian ‘takdir’, kata fotografer yang juga kandidat doktor di bidang filsafat itu kepada DW.

"Ini berasal dari semacam tradisi sejarah, improvisasi lisan."

Tembang yang dinyanyikan para moirolog tersebut menceritakan kembali kisah kehidupan almarhum dengan improvisasi yang cerdas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 17:10 WIB

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:38 WIB

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:36 WIB

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB