alexametrics

Setuju TNI Copot Baliho Rizieq, Eks Kepala BAIS: Sebelum Bangsa Hancur

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Setuju TNI Copot Baliho Rizieq, Eks Kepala BAIS: Sebelum Bangsa Hancur
Prajurit TNI menurunkan spanduk bergambar Habib Rizieq Shihab saat patroli keamanan di Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

Eks Kepala BAIS Soleman B Ponto mendukung arahan Pangdam Jaya untuk mencopot baliho Rizieq Shihab

Suara.com - Eks Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto mendukung arahan Pangdam Jaya TNI Mayjen Dudung Abrurrahman untuk mencopot baliho Rizieq Shihab.

Menurut Soleman, tindakan tegas tersebut perlu dilakukan sebelum bangsa Indonesia hancur.

Pernyataan itu disampaikan oleh Soleman saat menjadi pembicara di acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang disiarkan di TVOne pada Sabtu (21/11/2020).

"Saya tegaskan apa yang dilaksanakan oleh Pangdam itu sudah benar," kata Soleman seperti dikutip Suara.com, Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga: Soal TNI Turunkan Baliho, Rocky Gerung: Kurang Mulia

Soleman menjelaskan, pencopotan baliho Rizieq tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku yakni UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh para tentara tersebut diyakini oleh Soleman dilakukan atas persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Presiden dapat mengerahkan TNI. Dalam hal ini presiden sudah pasti sudah memerintahkan TNI untuk melaksanakan tugas pokoknya," ungkap Soleman.

Lebih lanjut, Soleman mengibaratkan baliho Rizieq tersebut seperti gunung es yang hanya nampak sebagian kecil di bagian permukaan.

Namun, di balik baliho tersebut tersimpan maksud tertentu yang hanya diketahui oleh intelijen yang dimiliki oleh Pangdam Jaya.

Baca Juga: TNI Dilibatkan Copot Baliho Rizieq, Pengamat Militer: Ada Dasar Hukumnya

"Kelihatannya hanya baliho, kita hanya melihat baliho. Tapi baliho itu hanya sepertiga di permukaan, 2/3 di bawah yang melihat intelijen yang berada di belakang Pangdam," jelas Soleman.

Komentar