facebook

Ragu Persiapan Pemerintah, P2G: Sekolah Buka di Januari Jangan Dipolitisasi

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Ragu Persiapan Pemerintah, P2G: Sekolah Buka di Januari Jangan Dipolitisasi
Sebagai ilustrasi: Seorang guru memberikan arahan kepada siswa saat pengumpulan tugas di SD Negeri 2 Tlogolele, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]

"Sekolah juga tak boleh memaksa orang tua memberikan izin. Mendapatkan layanan pendidikan adalah hak dasar siswa."

Suara.com - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah daerah untuk tidak memanfaatkan pembukaan sekolah pada Januari 2021 dilakukan berdasarkan kepentingan politik. Di mana kesehatan pelajar dan guru tetap harus diutamakan.

Koordinator P2G Satriwan Salim mengatakan, orang tua harus aktif mengawasi atau terlibat dalam persiapan sekolah menyambut kegiatan belajar mengajar tatap muka, mulai dari regulasi dan SOP teknis, kesiapan siswa, kesiapan guru, kesiapan sarana daftar cek protokol kesehatan, dan sebagainya.

"Agar keputusan Pemda bukan semata-semata karena desakan atau lebih ke pertimbangan politis di depan masyarakat," kata Satriwan, Senin (23/11/2020).

"Sekolah juga tak boleh memaksa orang tua memberikan izin. Mendapatkan layanan pendidikan adalah hak dasar siswa," sambungnya.

Baca Juga: Perhimpunan Guru Tolak Buka Sekolah Januari 2021, Ini Alasannya

Dia menyebut pihaknya meragukan pemerintah daerah dan pihak sekolah mempersiapkan infrastruktur protokol kesehatan di sekolah, sebab budaya disiplin masih kurang, jika lalai maka bisa menyebabkan klaster penularan baru di sekolah.

"P2G meragukan kesiapan sekolah memenuhi syarat-syarat daftar periksa protokol kesehatan yang cukup detail. Kesiapan infrastruktur dan budaya disiplin masih belum maksimal dilaksanakan," jelasnya.

P2G juga meminta ketika ada siswa yang positif COVID-19 akibat masuk sekolah, maka jangan ada kriminalisasi terhadap guru.

"Orang tua jangan sampai menyalahkan pihak sekolah dan guru. Bagaimanapun juga guru berada di bawah struktur birokrasi daerah setempat," tegasnya.

Satriwan menegaskan pihaknya tidak mendukung sekolah dibuka pada Januari 2021, dia menyarankan sekolah baru dibuka setelah pemerintah melakukan program vaksinasi COVID-19 agar aman.

Baca Juga: Tak Boleh Asal, IDAI : Harus Ada Rambu-rambu Pembukaan Sekolah

"P2G pada intinya meminta kepada para Kepala Daerah, agar sekolah jangan dulu dibuka secara nasional, sampai vaksin Covid-19 sudah diproduksi, PJJ sebaiknya diteruskan sampai akhir tahun ajaran baru 2020/2021, dengan perbaikan-perbaikan," pungkas Satriwan.

Komentar