Ketua KPK 'Sentil' Anies Baca How Democracies Die: 2002 Saya Sudah Baca

Selasa, 24 November 2020 | 12:46 WIB
Ketua KPK 'Sentil' Anies Baca How Democracies Die: 2002 Saya Sudah Baca
Ketua KPK Firli Bahuri saat menjalani sidang etik atas perilaku hidup mewah yang dilakukannya karena menggunakan helikopter khusus ketika kembali ke kampung halamannya di Sumsel, beberapa waktu lalu.

Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, 'menyentil' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengunggah foto sedang membaca buku berjudul How Democracies Die, melalui akun Twitter pribadinya @aniesbaswedan.

Hal itu disampaikan Firli di sela-sela kegiatan dalam rangka penyerahan aset barang rampasan KPK kepada Kejaksaan Agung RI, dan peringatan bahaya korupsi melalui YouTube kanal KPK, Selasa (24/11/2020).

"Banyak negara bisa gagal mewujudkan tujuan negara karena banyaknya korupsi. Makanya kemarin saya lihat di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Sebelumnya ada buku Why Nations Fail. Itu ada bukunya dan sudah lama saya baca. Tahun 2002 saya sudah baca. Jadi kalau ada yang baca sekarang, kayaknya baru," kata Firli, Selasa (23/11/2020).

Untuk diketahui, buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt memang baru terbit pada 2018. Sedangkan buku Why Nations Fail karya Daron Acemoglu dan James A Robinson yang disebut Firli, terbit pada tahun 2012.

Firli melanjutkan, satu aspek yang bisa membuat negara gagal dan demokrasi mati adalah praktik korupsi.

"Di situ dikatakan, negara banyak gagal mencapai tujuannya karena korupsi. Karena korupsi tidak hanya sekadar kejahatan merugikan keuangan negara, tidak hanya sekadar merugikan ekonomi negara, tapi kejahatan yang merasuk pada seluruh sendi kehidupan. Semua aspek kehidupan bisa terdampak," ucap Firli.

Firli menyebut, setidaknya ada tiga hal dalam penanganan korupsi. Pertama, penyelamatan keuangan dan kekayaan negara.

Kedua, menjamin tersampaikannya hak politik dan sosial. Ketiga, menjamin keselamatan bangsa dan warga negara.

"Ini tiga hal yang harus kita pahami, kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," kata Firli Bahuri.

Baca Juga: Kerumunan Hajatan Rizieq Vs Keramaian Pilkada, Ini Tanggapan Epidemiolog UI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI