Epidemiolog UI Klaim Belum Ada Klaster Corona Akibat Rizieq Shihab

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Senin, 30 November 2020 | 12:03 WIB
Epidemiolog UI Klaim Belum Ada Klaster Corona Akibat Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab saat tiba di kediaman, Jalan Petamburan III, Gang Paksi, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut hingga saat ini belum ada klaster penularan virus corona akibat kerumunan kepulangan pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di Jakarta.

Pandu mengatakan berdasarkan data penelusuran kasus DKI Jakarta, peningkatan kasus di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan bukan berasal dari kerumunan Rizieq, melainkan dari efek libur panjang akhir Oktober yang baru ketahuan beberapa pekan setelahnya.

"Ya data mengindikasikan seperti itu, jadi dari sejumlah kasus yang ditemukan di kecamatan Petamburan, kecamatan Tebet yang kemungkinan dihubungkan dengan kerumunan HRS itu ternyata tidak, mereka itu keluarga-keluarga yang baru pulang dari libur, jadi sebenarnya klaster keluarga," kata Pandu dalam sebuah instagram live, Senin (30/11/2020).

Pandu yang merupakan Anggota Tim Pemodelan Covid-19 FKM UI ini menegaskan bahwa dirinya hanya membaca data pelacakan kasus bukan membela pihak manapun.

"Tidak ada yang ikut kerumunan yang positif-positif itu, jadi ini terlalu cepat menyimpulkan bahwa ada kasus meningkat di daerah tertentu kemudian oh karena daerah itu ada kerumunan lalu dihubungkan, lalu saya sampaikan tidak ada hubungannya, data mengindikasikan itu, bukan statement saya, tapi saya menyimpulkan data," ucap Pandu menegaskan.

Sementara Kementerian Kesehatan dengan tegas menyatakan bahwa jumlah positif corona akibat kerumunan Rizieq di Petamburan sudah mencapai 30 orang per Minggu (22/11/2020).

Kemudian di Tebet, Jakarta Selatan ada 50 orang positif, dan 20 orang positif corona di Mega Mendung, Bogor.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo meminta semua orang yang terlibat dalam kerumunan Rizieq untuk segera periksa corona di fasilitas kesehatan terdekat.

Doni memastikan tes swab yang dibuat pemerintah dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini gratis.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Covid: Ini Kisah Bhabin Ubah Motor Jadi Alat Penyemprot Disinfektan

Lawan Covid: Ini Kisah Bhabin Ubah Motor Jadi Alat Penyemprot Disinfektan

Jawa Tengah | Senin, 30 November 2020 | 11:57 WIB

Tak Ada Job, Shezy Idris: Dapat Rp 10 Ribu Sudah Bersyukur

Tak Ada Job, Shezy Idris: Dapat Rp 10 Ribu Sudah Bersyukur

Entertainment | Senin, 30 November 2020 | 11:36 WIB

Bandel! Warga Madura Nekat Gelar Balapan Kelereng Saat Pandemi

Bandel! Warga Madura Nekat Gelar Balapan Kelereng Saat Pandemi

Jatim | Senin, 30 November 2020 | 11:36 WIB

Jokowi Soroti Kenaikan Tajam Covid-19 di Jakarta dan Jawa Tengah

Jokowi Soroti Kenaikan Tajam Covid-19 di Jakarta dan Jawa Tengah

News | Senin, 30 November 2020 | 11:27 WIB

Agensi Umumkan Bitto UP10TION Positif COVID-19

Agensi Umumkan Bitto UP10TION Positif COVID-19

Entertainment | Senin, 30 November 2020 | 11:20 WIB

Terkini

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

×