"Kalau Bapak Mati, Siapa yang Ajar Kita Orang?"

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 01 Desember 2020 | 20:44 WIB
"Kalau Bapak Mati, Siapa yang Ajar Kita Orang?"
Ilustrasi belajar bersama

Suara.com - Pak, apakah semua orang akan mati? Jika ya, bagaimana jika nanti Bapak mati, siapa yang akan ajar kita orang?", tanya salah seorang siswa Papua kepada gurunya, Ayub. Pertanyaan tersebut terlontar dari murid Ayub dalam perjalanan mereka melayat orang meninggal di seberang pulau dengan menggunakan perahu.

Bagi Ayub, pertanyaan itu menjadi kenangan yang paling meninggalkan kesan dan semakin menguatkan hatinya untuk mengabdi sebagai guru di Tanah Papua.

Mendengar pertanyaan muridnya itu, Ayub mengaku sangat tersentuh karena ia melihat betapa besar peran seorang guru di mata anak-anak didiknya.

“Sosok yang inspiratif bagi saya adalah anak-anak. Kami harap anak-anak di daerah 3T dapat memiliki sarana dan prasarana yang bagus seperti di daerah lainya sehingga dapat menunjang mimpi mereka meraih cita-cita,” ujar Ayub.

Ayub adalah alumni program Sarjana Mengajar di Daerah 3T (SM-3T) yang kini mengajar di SD YPK Pasi Aimando, Biak, Papua.

Sekolah tersebut berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Tekad Ayub yang besar untuk membangun pendidikan di Papua didasari keprihatinannya melihat ketimpangan yang terjadi di sana. Mulai dari kekurangan jumlah tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana yang tidak memadai. “Itulah alasan saya bertahan di sana,” ucapnya menanggapi pertanyaan kenapa ia memilih untuk mengajar di daerah 3T.

Ayub menjadi salah satu guru inspiratif yang berkesempatan untuk berdialog dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril saat acara peringatan Hari Guru Nasional 2020 di TVRI, Rabu (25/11/2020).

Ayub mengaku bersyukur masa kecilnya dulu telah mendapatkan akses pendidikan yang baik. Oleh karena itu ia ingin anak-anak di daerah 3T merasakan hal yang sama, dapat merasakan esensi bahwa pendidikan untuk semua.

“Saya bersyukur ada di daerah 3T. Saya adalah orang yang kurang memaknai ijazah, memilih keluar dari zona nyaman dan masuk ke perbatasan,” tuturnya merendah.

baca juga

Berkat kesediaannya untuk membantu sesama, Ayub menjadi sangat diandalkan terutama dalam mengoperasikan perangkat teknologi informasi di daerahnya. Di tengah rutinitas mengajar, ia masih sempat membantu administrasi distrik terkait data kependudukan, kegiatan kerohanian, dan lain-lain.

“Saya nggak boleh pergi untuk melamar CPNS. Sampai kepala desa bilang, sekolah akan tutup kalau sampai saya pergi,” kata Ayub. Ia mengakui, nilai-nilai toleransi antarindividu sangat kental di daerah pedalaman.

“Semoga jiwa-jiwa ikhlas mengabdi selalu tertanam dalam hati kita (para guru) untuk sisiwa-siswa agar anak-anak bisa tersenyum hari ini dan akan tersenyum kepada kita untuk Indonesia di hari esok. Maksimalkan usaha kita. Lihat hari ini bagaimana mata anak-anak kita. Di mata anak-anak itulah Indonesia di hari esok,” pesan Ayub.

Hari Guru Nasional kerap diperingati dengan meneladani sosok guru dan pengabdian mereka sebagai pendidik generasi bangsa. Jutaan guru Indonesia tersebar di berbagai wilayah Tanah Air untuk membantu menunaikan amanah Undang-Undang Dasar 1945: mencerdaskan generasi bangsa.

Kisah perjuangan guru-guru yang mengabdi di daerah pedalaman pun menjadi inspirasi dalam memajukan pendidikan Indonesia, salah satunya adalah Ayub.

Mendengar kisah Ayub, Mendikbud Nadiem Makarim menuturkan, kisah inspiratif ini membuktikan bahwa guru penggerak akan semakin terpacu motivasinya ketika dihadapkan pada tantangan yang besar.

“Semakin sulit tantangan, maka semakin terpacu. Mereka tertantang oleh situasi yang lebih sulit bukan berputus asa, tapi semangat,” ujar Mendikbud.

Di akhir perbincangan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril juga berpesan agar para guru yang mengajar di daerah3T dapat terus bersemangat dan saling memotivasi. "Tidak boleh menyerah, berani bermimpi, untuk anak-anak kita dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Indonesia Cairo Peringati Hari Guru dengan Gelar Kelas Inspirasi

Sekolah Indonesia Cairo Peringati Hari Guru dengan Gelar Kelas Inspirasi

News | Minggu, 29 November 2020 | 19:56 WIB

Kisah Guru Disabilitas yang Mengajar Anak-anak Difabel

Kisah Guru Disabilitas yang Mengajar Anak-anak Difabel

News | Minggu, 29 November 2020 | 19:49 WIB

Mendikbud : Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah

Mendikbud : Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah

News | Jum'at, 27 November 2020 | 19:06 WIB

Kemendikbud Klaim Tak Ada Senioritas dalam Seleksi PPPK Guru Honorer 2021

Kemendikbud Klaim Tak Ada Senioritas dalam Seleksi PPPK Guru Honorer 2021

News | Jum'at, 27 November 2020 | 11:02 WIB

Kemendikbud Janji Seleksi PPPK Guru Honorer 2021 Tak Molor Seperti 2019

Kemendikbud Janji Seleksi PPPK Guru Honorer 2021 Tak Molor Seperti 2019

News | Jum'at, 27 November 2020 | 10:53 WIB

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud Penuh Haru pada Perjuangan Para Pengajar

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud Penuh Haru pada Perjuangan Para Pengajar

News | Rabu, 25 November 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

×