Inggris Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin Pfizer - BioNTech

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
Inggris Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin Pfizer - BioNTech
BBC

Suara.com - Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin virus corona Pfizer - BioNTech secara luas.

Regulator Inggris, MHRA, mengatakan vaksin yang menawarkan perlindungan hingga 95% terhadap Covid-19 ini, aman untuk diluncurkan pekan depan.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, merilis cuitan: ''Bantuan sedang dalam perjalanan. Layanan Kesehatan Nasional siap untuk mulai memvaksinasi awal pekan depan."

Vaksinasi dapat dimulai untuk orang-orang dalam kelompok prioritas tinggi.

Inggris telah memesan 40 juta dosis - cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang, masing-masing mendapat dua suntikan.

Sekitar 10 juta dosis akan segera tersedia.

Ini adalah vaksin tercepat yang pernah dikembangkan.

Prosesnya hanya membutuhkan waktu 10 bulan dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan vaksin yang sama, yang biasanya berlangsung selama satu dekade.

Meski vaksinasi bisa dimulai, masyarakat masih harus tetap waspada dan mengikuti aturan virus corona untuk menghentikan penyebaran, kata para ahli.

Itu berarti khalayak tetap harus menjaga jarak sosial dan menggunakan masker. Pengujian pada mereka yang mungkin tertular perlu terus dilakukan dan mereka juga harus diminta melakukan isolasi.

Apa jenis vaksin itu?

Vaksin ini adalah jenis baru yang disebut vaksin mRNA, yang menggunakan potongan kecil kode genetik dari virus corona untuk mengajari tubuh cara melawan Covid-19 dan membangun kekebalan.

Vaksin mRNA belum pernah disetujui untuk digunakan pada manusia sebelumnya, meskipun beberapa orang sudah menerimanya dalam uji klinis.

Vaksin ini harus disimpan pada suhu sekitar -70C dan akan diangkut dalam kotak khusus, yang dikemas dalam es kering. Setelah dikirim, vaksin dapat disimpan hingga lima hari di lemari es.

Siapa yang akan mendapatkannya dan kapan?

Para ahli telah menyusun daftar prioritas sementara, yang menargetkan orang-orang dengan risiko tertinggi.

Di antaranya adalah penghuni dan staf panti jompo, disusul orang di atas 80 tahun dan staf kesehatan dan perawatan sosial lainnya.

Mereka akan menerima gelombang pertama vaksin, lainnya akan menerima sebelum Natal.

Vaksinasi massal untuk semua orang yang berusia di atas 50 tahun, serta orang-orang yang lebih muda dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, dapat dilakukan pada tahun 2021 ketika stok vaksin bertambah.

Vaksin ini diberikan dua kali dengan jarak 21 hari, dengan dosis kedua sebagai penguat.

Bagaimana dengan vaksin Covid lainnya?

Ada beberapa vaksin menjanjikan lainnya yang juga bisa segera disetujui.

Salah satunya dari Moderna, yang menggunakan pendekatan mRNA, yang sama dengan vaksin Pfizer dan menawarkan perlindungan serupa. Inggris telah memesan tujuh juta dosis yang bisa siap digunakan pada musim semi.

Inggris juga telah memesan 100 juta dosis jenis vaksin Covid buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca.

Vaksin itu menggunakan virus yang tidak berbahaya, yang diubah agar lebih mirip virus yang menyebabkan Covid-19.

Rusia menggunakan vaksin lain, yang disebut Sputnik, dan militer China telah menyetujui vaksin lain yang dibuat oleh CanSino Biologics.

Keduanya bekerja dengan cara yang mirip dengan vaksin Oxford.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB