Wahana Antariksa China Kirim Foto Berwarna dari Bulan

Siswanto, BBC

Kamis, 03 Desember 2020 | 13:25 WIB
Wahana Antariksa China Kirim Foto Berwarna dari Bulan
Bulan [BBC]

Suara.com - Wahana antariksa China, Chang'e-5, telah mengirim foto berwarna pertama dari permukaan Bulan.

Wahana tersebut menangkap pemandangan panorama yang membentang dari "tanah" bulan tepat di bawah kakinya hingga ke cakrawala.

Setelah mendarat pada Selasa (01/12), Chang'e-5 mulai mengumpulkan bebatuan dan debu untuk dikirim kembali ke Bumi.

Sampel-sampel tersebut akan dikirim ke pesawat luar angkasa yang mengorbit untuk membawanya ke Bumi.

Proses itu bisa terjadi paling cepat Kamis (03/12).

https://twitter.com/XHNews/status/1334135654507134976?s=20

Chang'e-5 adalah wahana antariksa China ketiga yang melakukan pendaratan di Bulan dalam tujuh tahun.

Dua wahana sebelumnya - Chang'e-3 dan Chang'e-4 - meletakkan pendarat statis dan penjelajah kecil.

Namun, upaya terbaru ini jauh lebih kompleks.

baca juga

Sebuah "tumpukan" pesawat luar angkasa dengan berat 8,2 ton diluncurkan dari Bumi lebih dari seminggu yang lalu. Pesawat multi-modul itu kemudian terbelah menjadi dua bagian setelah mencapai orbit bulan pada akhir pekan.

Setengah dari bagian pesawat itu - yang terdiri dari pendarat dan kendaraan pendaki - turun ke permukaan. Sementara, setengah bagian lain - yaitu kendaraan yang menyetir pesawat itu dan kendaraan untuk masuk kembali ke atmosfer - tetap mengudara.

Wahana pendarat itu menggunakan peralatan-peralatannya, termasuk sekop dan bor, untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan sampel-sampel bulan terbaik. Setelah operasi ini selesai, bahan-bahan yang dikumpulkan itu akan dilemparkan ke dalam kendaraan pendaki menuju komponen pesawat yang mengudara.

Sampel bebatuan dan tanah kemudian diserahkan ke kendaraan penggembala dan kendaraan masuk kembali untuk perjalanan pulang.

Sudah 44 tahun sejak batu dan debu terakhir kali dibawa kembali dari Bulan.

Hampir 400 kilogram diambil oleh astronaut Apollo milik Amerika Serikat dan robot pendarat Luna milik Soviet.

Tetapi semua sampel ini sangat tua, yaitu berusia lebih dari tiga miliar tahun.

Bahan-bahan yang akan dibawa pulang Chang'e-5 seharusnya sangat berbeda.

Misi tersebut menargetkan wilayah vulkanik tinggi yang disebut Mons Rümker. Sampel dari lokasi ini mungkin tidak lebih dari 1,2 atau 1,3 miliar tahun, dan, dengan demikian, akan memberikan wawasan tambahan tentang sejarah geologi Bulan.

Sampel juga akan memungkinkan para ilmuwan untuk lebih akurat mengkalibrasi "kronometer" yang mereka gunakan untuk menghitung usia permukaan di planet-planet terdekat Matahari dalam Tata Surya.

Ini dilakukan dengan menghitung kawah (semakin banyak kawah, semakin tua permukaannya), tetapi itu tergantung pada penanggalan pasti di sejumlah lokasi, dan sampel Apollo serta Soviet adalah kuncinya. Chang'e-5 akan menawarkan titik data lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:25 WIB

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

×