Moeldoko Diejek Bikin Mual Perut Orang, Tengku Zul Protes soal Ulama

Reza Gunadha, Hernawan

Kamis, 03 Desember 2020 | 19:14 WIB
Moeldoko Diejek Bikin Mual Perut Orang, Tengku Zul Protes soal Ulama
Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain di Barus (Fanshur), Tapanuli Tengah, Sumatera Utara [dokumentasi Twitter Tengku Zulkarnain]

Suara.com - Eks Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuat mual perut banyak orang.

Pernyataan tersebut meluncur dari Tengku Zulkarnain, dituangkannya lewat akun Twitter @ustadtengkuzul, Kamis (3/12/2020).

Tengku Zulkarnain dalam kicauannya menyinggung soal penyelesaian kriminalisasi ulama yang menurut dia terlalu berbelit-belit.

Sosok Moeldoko pun ikut disinggungnya lantaran dia sebelumnya mengatakan tidak ada yang namanya kriminalisasi ulama.

Hal itu kontan membuat Tengku Zulkarnain seolah tidak habis pikir.

Cuitan Tengku Zul Singgung Moeldoko Membuat Mual Perut Banyak Orang (Twitter/UstadTengkuzul).
Cuitan Tengku Zul Singgung Moeldoko Membuat Mual Perut Banyak Orang (Twitter/UstadTengkuzul).

"Moeldoko: 'Tidak ada kriminalisasi ulama. Yang ada mereka yang bersalah dikriminalisasi'," tulis Tengku Zul seperti dikutip Suara.com.

Lebih lanjut, Tengku Zul menyoroti permasalahan yang menurutnya wajib untuk segera diselesaikan.

Pasalnya, Tengku Zul beranggapan selama ini orang yang bersalah tidak dihukum.

"Masalahnya ada yang bersalah tidak dihukum. Sudah diadukan ke Penegak Hukum saja, kata penegak hukum susah mencari alamat orangnya karena berpindah-pindah," tegur Tengku Zul.

baca juga

Dengan situasi seperti ini, Tengku Zul tampak geregetan sampai-sampai menyebut Moeldoko membuat mual perut orang.

"Apa tidak membuat mual perut banyak orang?" tandas Tengku Zul.

Moeldoko Sebut Kriminalisasi Ulama Tidak Ada

Moeldoko sebelumnya sempat menyebut kriminalisasi ulama sebenarnya tidak ada.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menanggapi pernyataan FPI yang akan mengerahkan massa ketika polisi memeriksa Habib Rizieq Shihab

Terkait hal itu, Moeldoko mengatakan, ancaman pengerahan massa yang mau dilakukan kubu Habib Rizieq tak perlu dilakukan.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengkriminalisasi ulama.

Pihak yang dikriminalisasi kata Moeldoko adalah orang-orang yang memiliki kesalahan dan sudah melalui tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Dari awal saya sudah mengatakan tidak ada kriminalisasi ulama. Tidak ada. Yang dikriminalisasi adalah mereka - mereka yang memiliki kesalahan. Dan itu sudah, melalui penyelidikan, mungkin ditingkatkan ke penyidikan dan seterusnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Saidi Sentil Aksi TNI: Berarti Habib Rizieq Tokoh Besar Ya

Ridwan Saidi Sentil Aksi TNI: Berarti Habib Rizieq Tokoh Besar Ya

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 17:47 WIB

Debat Panas! Fadli Zon Skakmat Irma Suryani soal Kerumunan Rizieq: Fitnah

Debat Panas! Fadli Zon Skakmat Irma Suryani soal Kerumunan Rizieq: Fitnah

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:35 WIB

Buya Yahya Kritik Pendukung Rizieq: Revolusi Akhlak Itu Ya Harus Berakhlak

Buya Yahya Kritik Pendukung Rizieq: Revolusi Akhlak Itu Ya Harus Berakhlak

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:02 WIB

Terkini

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:30 WIB

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:45 WIB

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:05 WIB

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

×