alexametrics

Contoh Teks Anekdot dan Pengertiannya

Rifan Aditya
Contoh Teks Anekdot dan Pengertiannya
Ilustrasi sekelompok orang sedang asyik membaca buku. (Shutterstock)

Simak penjelasan terkait struktur dan contoh teks anekdot berikut.

Suara.com - Apakah kamu tahu pengertian teks anekdot dalam pelajaran bahasa Indonesia? Simak penjelasan terkait struktur dan contoh teks anekdot berikut.

Teks anekdot merupakan tulisan yang memuat konten berupa lelucon atau cerita jenaka. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, anekdot berarti cerita singkat yang menarik karena lucu dan biasanya cerita tersebut menyangkut orang-orang penting atau terkenal berdasarkan kejadian aslinya. 

Struktur Anekdot

Ada lima struktur teks dalam anekdot yakni: 

Baca Juga: Pengertian, Ciri, dan Struktur Teks Berita yang Benar

  1. Abstrak
    Berisi tentang pembukaan secara umum terkait objek yang akan diceritakan. Hal ini ditandai dengan dengan keunikan yang ada pada teks.
  2. Orientasi
    Orientasi yang dimaksud ialah ada pada inti cerita atau latar belakang suatu peristiwa yang akan diceritakan. Hal ini bermaksud untuk membangun teks.
  3. Krisis
    Pada bagian ini, berisi tentang masalah atau kejadian unik yang tidak biasanya diceritakan. Hal ini ditandai dengan kejanggalan atau ketidakpuasan.
  4. Reaksi
    Reaksi merupakan klimaks cerita. Ini berisi tentang tanggapan sebuah peristiwa atau penyelesaian masalah dari krisis.
  5. Koda
    Koda merupakan bagian akhir atau penutup yang berisi kesimpulan. Hal ini ditandai dengan komentar atau penegasan dalam sebuah teks anekdot. 

Contoh Teks Anekdot 

Untuk lebih memahami, berikut ini beberapa contoh teks anekdot yang bisa dipelajari dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

SBI: Sekolah Bertarif Internasional

Suatu ketika, di sebuah sekolah negeri “Entah Di mana”, seorang Bapak guru memberi tahu kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka akan berubah status menjadi sekolah SBI.

"Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Tidak lama lagi Sekolah kita akan menjadi sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan? Tanya sang guru.

Baca Juga: 7 Ciri Kalimat Efektif

“Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?” Tanya guru tersebut lebih lanjutnya. Dengan sigap si Joni pun menjawab pertanyaan guru: “Belajar bahasa Inggris agar mampu berbicara bahasa Inggris Bu”, jawab Joni. 

“Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?” tanya guru kepada Jono. 

“Harus siapkan uang, Pak” Jawab Jono. 

“Lho kok uang?” Tanya guru lebih lanjut.

”Ya Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu”,jelas Jono lebih lanjut.

“Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional, artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri”,sang guru melanjutkan penjelasannya.

“Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional”, Jono juga melanjutkan penjelasannya.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Komentar