2 Menteri Jokowi Korupsi, Perbedaan Sikap Juliari dan Edhy usai Ditahan KPK

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Selasa, 08 Desember 2020 | 10:41 WIB
2 Menteri Jokowi Korupsi, Perbedaan Sikap Juliari dan Edhy usai Ditahan KPK
Menteri Sosial Juliari P Batubara (kedua kiri) beserta Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono (kedua kanan) ditunjukkan saat konferensi pers penetapan tersangka dalam perkara dugaan suap bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Dalam rentan waktu hanya 10 hari, Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mampu menetapkan dua menteri Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi.

Pertama, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang ditetapkan tersangka pada Rabu (25/11/2020) lalu. Kemudian, belum lama ini Menteri Sosial RI Juliari P Batubara dalam kasus suap penyaluran dana bantuan sosial Corona se-Jabodetabek, pada (6/12/2020).

Kedua tersangka Edhy dan Juliari diketahui merupakan aset penting milik dua partai besar Gerindra dan PDI Perjuangan. Edhy sebelum menjadi Menteri KP merupakan kader terbaik milik Gerindra sebagai Wakil Ketua umum. Sedangkan, Juliari dalam jabatannya sebagai Mensos, juga menjadi Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan.

Keduanya pun ditangkap tim antirasuah dalam operasi senyap KPK yang diketahui mereka memang sudah dipantau lama tim satgas antirasuah.

Namun adan perbedaan yang ditunjukan oleh dua menteri Jokowi itu, dalam penangkapan maupun setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Edhy Prabowo ditangkap ketika berpulang dari kunjungan di Hawaii, Amerika Serikat. Ia ditangkap bersama istrinya Iis Rosita Dewi di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Sementara, Juliari, ketika ingin ditangkap oleh tim satgas sempat tak ditemukan dalam operasi senyap yang dilakukan sejak Jumat sampai Sabtu (5/12/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. Tim rasuah hanya menangkap dua pemberi suap dan satu penerima suap perkara korupsi bansos corona ini.

Ketua KPK Firli Bahuri pun sempat mengultimatum Juliari untuk menyerahkan diri bersama satu anak buahnya bernama Adi Wahyono disela konferensi pers penetapan tersangka pada Minggu (6/12/2020) dini hari.

"KPK mengimbau kepada JPB (Juliari P. Batubara) dan AW (Adi Wahyono) untuk kooperatif serahkan diri ke KPK," ultimatum Firli dalam konpers Minggu, dini hari.

baca juga

Tak berselang lama, usai konpers penetapan tersangka, Juliari pun menyerahkan diri sekitar pukul 02.50 WIB. Ia langsung mendatangi gedung merah Putih KPK. Tak ada kata-kata sedikitpun keluar dari mulut Juliari kepada awak media. Juliari, ketika menyerahkan diri serba berpakaian hitam hanya melambaikan tangan ketika menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan penyidik.

Perbedaan kedua menteri Edhy dan Juliari kembali nampak, setelah mereka ditetapkan tersangka dan ditampilkan dalam konferensi pers dengan memakai rompi tahanan.

Untuk, Edhy Prabowo pun berani mengakui kesalahannya dengan menyampaikan permintaan maaf langsung di depan awak media.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo serta orang tuanya.

"Pertama saya minta maaf kepada bapak Presiden, saya telah mengkhianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke pak Prabowo yang sudah mengajarkan banyak hal. Saya mohon maaf kepada ibu saya karena saya yakin hari ini nonton di tv juga sepuh ini semoga masih kuat, dan saya masih kuat, terhadap apa yang yang terjadi," ucapan pertama Edhy setelah menyandang status tersangka dan ditahan KPK.

Sementara, tersangka Juliari irit bicara ketika menyandang status tersangka ketika ditanya awak media di lobi Gedung KPK untuk dilakukan penahanan.

Tak ada keluar permintaan maaf Juliari, untuk Presiden Joko Widodo, maupun Ketua Umum partainya Megawati Soekarno Putri. Berbeda, tak seperti Edhy Prabowo.

Ia, hanya menyampaikan sedikit tentang rencana akan mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial RI kepada awak media.

"Iya, iya, iya. Saya akan buat surat pengunduran diri," singkat Juliari ketika dibawa ke mobil tahanan KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Temukan Data Berbeda Penyaluran Bansos Covid-19 di 2 Dirjen Kemensos

KPK Temukan Data Berbeda Penyaluran Bansos Covid-19 di 2 Dirjen Kemensos

News | Senin, 07 Desember 2020 | 19:33 WIB

KPK Sita 3 Mobil Kasus Mensos, Diduga Dibeli dari Korupsi Bansos Corona

KPK Sita 3 Mobil Kasus Mensos, Diduga Dibeli dari Korupsi Bansos Corona

News | Senin, 07 Desember 2020 | 16:22 WIB

PP Muhammadiyah Sebut Mensos Juliari Batubara Layak Dihukum Mati, Asal...

PP Muhammadiyah Sebut Mensos Juliari Batubara Layak Dihukum Mati, Asal...

News | Senin, 07 Desember 2020 | 14:29 WIB

Korupsi Bansos Corona, Baliho Wajah Juliari Batubara Dicopot Kemensos

Korupsi Bansos Corona, Baliho Wajah Juliari Batubara Dicopot Kemensos

News | Senin, 07 Desember 2020 | 12:38 WIB

Charta Politika Dituduh Pernah Jadikan Mensos Juara, Yunarto Debat Hidayat

Charta Politika Dituduh Pernah Jadikan Mensos Juara, Yunarto Debat Hidayat

News | Senin, 07 Desember 2020 | 11:19 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.557.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.557.000/Gram

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Menguat ke Level Rp18.081 per Dolar AS

Rupiah Kembali Menguat ke Level Rp18.081 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:46 WIB

Apakah Bisa Menyadap HP Lewat WiFi? Kenali Cara Kerja dan Tips Mencegahnya

Apakah Bisa Menyadap HP Lewat WiFi? Kenali Cara Kerja dan Tips Mencegahnya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:46 WIB

Ratusan iPhone Berbagai Tipe dari Batam Diamankan di Perairan Tembilahan

Ratusan iPhone Berbagai Tipe dari Batam Diamankan di Perairan Tembilahan

Riau | Kamis, 05 November 2026 | 09:43 WIB

Tak Hanya Polisi! 1.200 TNI Ikut Amankan Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim

Tak Hanya Polisi! 1.200 TNI Ikut Amankan Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:42 WIB

Presiden Prabowo Disadap LSP, Kasus Sama Dialami Raja Edward VIII Berakhir Turun Takhta

Presiden Prabowo Disadap LSP, Kasus Sama Dialami Raja Edward VIII Berakhir Turun Takhta

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:38 WIB

Profil Letjen Ariyo Windutomo, Sosok Kepercayaan Prabowo yang Gantikan Posisi Listyo Sigit

Profil Letjen Ariyo Windutomo, Sosok Kepercayaan Prabowo yang Gantikan Posisi Listyo Sigit

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:37 WIB

Ramalan Zodiak Paling Hoki 5 November 2026, Siapa Saja yang Hidupnya Mujur?

Ramalan Zodiak Paling Hoki 5 November 2026, Siapa Saja yang Hidupnya Mujur?

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 09:36 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Ungkap Celah Keamanan Sistem LIMS

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Ungkap Celah Keamanan Sistem LIMS

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:35 WIB

Singapura Naikkan Denda Kabut Asap Lintas Batas, Ancam Cabut Akses Bisnis Perusahaan Nakal

Singapura Naikkan Denda Kabut Asap Lintas Batas, Ancam Cabut Akses Bisnis Perusahaan Nakal

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:35 WIB

×