Hendak Melahirkan, Ibu ini Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, ini Penjelasannya!

Reza Gunadha | Dwi Atika Nurjanah | Suara.com

Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:46 WIB
Hendak Melahirkan, Ibu ini Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, ini Penjelasannya!
Ilustrasi melahirkan (Pixabay)

Suara.com - Seorang ibu muda berinisial H (24) harus meninggal dunia. Diduga dia ditolak sejumlah rumah sakit ketika akan melahirkan pada Rabu (9/12/2020).

Perempuan asal Desa Bontomanai, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan disinyalir ditolak lima rumah sakit di Makassar karena tidak melampirkan hasil rapid test.

Berita ini pun tersebar dibeberapa media sosial, salah satunya akun @infograam. Akun ini memaparkan rumah sakit yang dimaksud adalah RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia. Sesampainya di RSUP Wahidin, H (24) sudah tidak kuat hingga akhirnya meninggal dunia bersama anak yang dikandungnya.

H (24) langsung dipulangkan ke Bulukumba pukul 22.23 WITA oleh keluarganya.

“Pukul 17.28 WITA ke RS Labuang Baji tapi ditolak karena tidak ada hasil rapid test. Pukul 18.22 WITA di RS Kartini, tidak ada ICU. Pukul 19.00 Wita di RS Ananda, ruang ICU sedang disterilkan,” keterangan Faisal Ahmad rekan almarhum di unggahan @infograam.

Diketahui ibu dari pasien menjelaskan bahwa anaknya sempat kejang sebelum melahirkan dan dibawa ke RS Labuang Baji Makassar tapi pihak tersebut malah menolak.

Ibunya pun merasa kecewa dengan sikap rumah sakit yang berujung meninggalnya H (24).

Dikonfirmasi oleh RS Labuang Baji, pihaknya menjelaskan keadaan fasilitas tidak memadai sehingga pasien harus diarahkan ke rumah sakit terdekat lainnya.

Keluarga pasien pun mengerti dan menerima agar H (24) dirujuk ke tempat lain. Tapi, pasien sudah tidak kuat dan meninggal dunia.

Hingga saat ini belum ada berita lebih lanjut mengenai perkembangan peristwia yang menimpa pasien H (24)

Unggahan berita ini pun lantas membuat warganet berkomentar miris di akun @infograam.

"Astaghfirullah kejam itu, semoga husnul khotimah ya Allah," tulis akun @javaayu.

"Sama banget nih, adek saya mau melahirkan, sudah mules-mules parah tapi ditolak empat RS karena hasil rapid reaktif dan disuruh swab dulu. Kalau ada yang bisa bantu buat swab detik ini juga pasti langsung swab. Sampai sekarang masih mutar aja nyari RS yang mau nolong buat melahirkan," curhat akun @enggardharadareldevan.

"Jahat dan miris banget lihatnya," tutur akun @intan16yuki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Melahirkan Disuruh Menunggu Sejam di Ambulans, Keluarga Ngamuk

Ibu Melahirkan Disuruh Menunggu Sejam di Ambulans, Keluarga Ngamuk

Kaltim | Jum'at, 11 Desember 2020 | 19:36 WIB

Baru Melahirkan, Wanita di Karangasem Positif Corona

Baru Melahirkan, Wanita di Karangasem Positif Corona

Bali | Jum'at, 20 November 2020 | 09:19 WIB

Bayi Lahir di Tengah Pasar Pabean Sungsang, Kakinya Dulu yang Keluar

Bayi Lahir di Tengah Pasar Pabean Sungsang, Kakinya Dulu yang Keluar

Jatim | Jum'at, 13 November 2020 | 15:07 WIB

Heboh Ibu Hamil Melahirkan Darurat di Pasar Pabean Dibantu Bidan Istri TNI

Heboh Ibu Hamil Melahirkan Darurat di Pasar Pabean Dibantu Bidan Istri TNI

Jatim | Jum'at, 13 November 2020 | 14:57 WIB

Kabar Baik, Ibu Melahirkan Kecil Risikonya Tularkan Corona ke Bayi

Kabar Baik, Ibu Melahirkan Kecil Risikonya Tularkan Corona ke Bayi

Health | Senin, 09 November 2020 | 16:14 WIB

Gegara Pandemi Corona, Kelahiran di Sumut Diprediksi Melonjak Desember

Gegara Pandemi Corona, Kelahiran di Sumut Diprediksi Melonjak Desember

Sumut | Kamis, 05 November 2020 | 08:05 WIB

Ayu Mau Lahiran Disuruh Rapid Test, Bayi Meninggal Kehabisan Air Ketuban

Ayu Mau Lahiran Disuruh Rapid Test, Bayi Meninggal Kehabisan Air Ketuban

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB