Rusia Dituduh Racuni Alexei Navalny Dua Kali Pakai Novichok

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 14 Desember 2020 | 18:36 WIB
Rusia Dituduh Racuni Alexei Navalny Dua Kali Pakai Novichok
Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin.[Twitter/@Kira_Yarmysh]

Suara.com - Agen Rusia dituduh melakukan percobaan pembunuhan pada Alexei Navalny dengan cara diracun. Tak cuma sekali, Navalny diduga diracun dua kali menggunakan racun saraf mematikan, Novichok.

Menyadur DW Senin (14/12), tuduhan itu diungkapkan oleh koran The Times. Dalam laporannya, situs berita ini mengklaim Navalny menerima racun keduanya saat akan diterbangkan ke Berlin.

"Tujuannya agar dia mati pada saat tiba di Berlin," tulis The Times mengutip sumber tersebut.

Namun begitu tiba di Berlin, para dokter berhasil menyelamatkan Navalny dan aktivis ini mulai memasuki masa pemulihan.

"Peluang kematian bisa meningkat jika diberi racun Novichok dosis kedua," kata Alastair Hay, profesor toksikologi lingkungan di Universitas Leeds.

Ilustrasi racun [Shutterstock/pzAxe]
Ilustrasi racun [Shutterstock/]

"Tapi kalau dia sudah mendapat atropin, ini akan melawan agen saraf, meskipun itu mungkin berarti memperpanjang komanya. Racun itu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk terdegradasi di hati."

Sebelumnya Alexei Navalny mendadak sakit ketika terbang dari Siberia ke Moskow. Ia diduga keracunan zat Novichok hingga pesawat yang membawanya mendarat darurat di kota Omsk, Siberia.

Navalnya lantas dilarikan ke rumah sakit dan mendapat penawar racun atropin.

Mantan komandan Resimen Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir di Angkatan Darat Inggris, Hamish de Bretton-Gordonatropin mengatakan atropin adalah zat penawar yang menyelamatkan nyawanya dalam upaya pembunuhan kedua.

baca juga

"Atropin menyelamatkan hidupnya, agen saraf menyebabkan kegagalan banyak organ. Paru-paru menyerah lebih dulu dan Anda mati. Jika digunakan dengan cepat, atropin membalikkan efeknya."

The Times menuduh agen Rusia menekan dokter yang merawat Navalny di Omsk untuk mengumumkan bahwa kritikus Putin itu menderita kelainan metabolisme, bukan keracunan.

Moskow membantah terlibat, meskipun ada laporan tentang Novichok oleh penyelidik Jerman dan Organisasi antar-pemerintah untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Dilaporkan Warga ke Polisi karena Diracuni dan Memerkosa Istrinya

Tentara Dilaporkan Warga ke Polisi karena Diracuni dan Memerkosa Istrinya

News | Senin, 14 Desember 2020 | 15:09 WIB

Dikecam Gegara Terjun ke Laut Bali Naik Motor, Bule Rusia Bilang Begini

Dikecam Gegara Terjun ke Laut Bali Naik Motor, Bule Rusia Bilang Begini

Bali | Senin, 14 Desember 2020 | 12:40 WIB

Nahas, Balita Tewas Kedinginan Setelah Berjalan Sambil Tidur

Nahas, Balita Tewas Kedinginan Setelah Berjalan Sambil Tidur

News | Minggu, 13 Desember 2020 | 16:54 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×