alexametrics

Tutup Penjual Sate Taichan, Senayan City Ikut Disemprot Plh Walkot Jakpus

Agung Sandy Lesmana
Tutup Penjual Sate Taichan, Senayan City Ikut Disemprot Plh Walkot Jakpus
Kerumunan orang yang ada di Lapangan Parkir Senayan City untuk membeli sate taichan Sabtu (12/12/2020). (ANTARA/HO/ Dokumentasi Plh Wali Kota Jakarta Pusat)

"Saya sudah minta untuk menutup lokasi itu dulu sementara waktu..."

Suara.com - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menutup sementara akses para pedagang sate taichan di lapangan parkir Senayan City karena melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, akhir pekan lalu.

"Saya sudah minta untuk menutup lokasi itu dulu sementara waktu. Senayan City juga sudah saya tegur dan berkomitmen menutup lokasinya agar tidak digunakan para pedagang itu," kata Irwandi saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Irwandi mengatakan ia mendapatkan laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan khususnya terkait kerumunan di tempat para pedagang sate taichan itu menjajakan dagangannya. Untuk memastikan tidak ada lagi laporan terkait kerumunan di kawasan Senayan itu, Irwandi mengatakan akan menyiagakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Nanti akan kita jaga, agar mereka tidak pindah ke belakang. Ke Jalan Tentara Pelajar, ini akan kita jaga oleh Satpol PP kita," ujar Irwandi.

Baca Juga: Tambah 1.342 Orang, Kasus Corona DKI Jakarta Capai 127.164 Pasien

Seperti diketahui, lapangan parkir Mal Senayan City memang digunakan untuk para pedagang taichan berdagang atas inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada saat perhelatan Asian Games 2018.

Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020). (ANTARA)
Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020). (ANTARA)

Para pedagang sate taichan yang sebelumnya berjalan di sepanjang Jalan Asia Afrika itu pun hijrah dan akhirnya sudah dua tahun berdagang di lapangan parkir itu.

Namun, pada masa pandemi COVID-19 di Ibu Kota, para pedagang taichan itu tidak menjalankan protokol kesehatan dan justru menimbulkan kerumunan yang berpotensi besar menjadi lokasi penyebaran virus asal Wuhan itu.

Komentar