Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
Jusuf Kalla menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi nasional. Khususnya terkait pengelolaan anggaran negara di tengah ketidakpastian global [Ist]
  • Jusuf Kalla mengkritik keanggotaan Indonesia dalam BOP karena kontradiksi antara misi perdamaian dan konflik yang terjadi.
  • JK menekankan dukungan Indonesia pada BOP harus sejalan dengan komitmennya terhadap kemerdekaan Palestina.
  • JK memperingatkan Prabowo agar menyesuaikan anggaran negara karena tren penurunan pendapatan negara dan pajak.

Suara.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), memberikan catatan kritis terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung ke dalam organisasi BOP.

JK menilai, meski ide dasar pembentukan organisasi tersebut baik untuk perdamaian, namun dalam praktiknya seringkali terjadi kontradiksi.

JK menyoroti bagaimana misi perdamaian yang diusung sering kali berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan, di mana konflik justru tetap pecah tak lama setelah kesepakatan dibuat.

"Sebenarnya ide BOP itu bagus. Upaya untuk perdamaian selalu baik, cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana," ujar JK di Kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

"Jangan kita baru bikin BOP, tapi baru satu minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain. Jadi makna BOP itu menjadi bertentangan dengan niatnya," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, JK meminta pemerintah untuk memantau efektivitas keanggotaan Indonesia di BOP dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menegaskan, bahwa dukungan Indonesia terhadap BOP harus berbanding lurus dengan komitmen organisasi tersebut terhadap kemerdekaan dan kedamaian di Palestina.

JK juga mengingatkan agar Indonesia tetap menjaga kedaulatan politik luar negerinya dan tidak terjebak dalam kepentingan politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

"Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut dari Trump saja. Ujian terakhirnya adalah cara mendamaikan Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, (dan) hanya mendukung Israel, ya buat apa?" tegasnya.

Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]
Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]

Selain menyoroti isu geopolitik, tokoh yang akrab disapa Pak JK ini juga melontarkan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi nasional.

Ia menyoroti tren penurunan pendapatan negara dan penerimaan pajak yang mulai terasa dampaknya.

JK menyarankan agar pemerintahan Presiden Prabowo mulai melakukan penyesuaian anggaran dengan memangkas pengeluaran-pengeluaran yang dianggap tidak mendesak guna menghindari potensi krisis ekonomi.

"Sekarang ada masalah ekonomi, pajak turun, pendapatan negara pasti turun. Jadi negara harus menyesuaikan itu. Jangan terlalu membikin pengeluaran terbesar yang tidak terlalu penting. Karena kalau tidak, di situ masalahnya nanti. Kalau begini terus, negara bisa menjadi krisis ekonomi," ungkapnya.

Terkait berbagai masukan tersebut, JK mengaku sudah menyampaikan poin-poin krusial secara garis besar saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana beberapa waktu lalu.

"Saya sampaikan beberapa, tidak sampai mendetail begini. Cuma bicara kenapa kita mempunyai perjanjian, kenapa tarif ini penting, dan apa akibat dari perang ini. Itu yang dibahas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi

Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:45 WIB

Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah

Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:49 WIB

Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?

Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:00 WIB

Beda Maradona dengan Lionel Messi! La Pulga Torehkan Noda Hitam Usai Bertemu Trump

Beda Maradona dengan Lionel Messi! La Pulga Torehkan Noda Hitam Usai Bertemu Trump

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB