Fadli Zon: Pembunuhan Enam Anggota FPI Itu Pelanggaran HAM Berat

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 17 Desember 2020 | 20:55 WIB
Fadli Zon: Pembunuhan Enam Anggota FPI Itu Pelanggaran HAM Berat
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon menilai aksi pembunuhan terhadap enam anggota FPI yang dilakukan oleh polisi merupakan bentuk pelanggaran HAM berat.

Melalui akun Twitter miliknya @fadlizon, Fadli menilai aksi pembunuhan terhadap enam anggota FPI tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia saat ini darurat HAM.

"Iya #IndonesiaDaruratHAM, menurut saya pembunuhan terhadap enam anggota FPI adalah pelanggaran HAM berat," kata Fadli seperti dikutip Suara.com, Kamis (17/12/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, tak ada hukum apapun yang bisa membenarkan pembantaian terhadap warga sipil yang tidak bersalah.

Ia mendesak agar aparat dapat segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut tuntas kasus tersebut.

"Harus dibentuk TGPF independen," ungkapnya.

Tak sampai disitu, Fadli juga mendesak agar dilakukan pengusutan di internal kepolisian. Ia meyakini ada konflik kepentingan dalam internal kepolisian.

Sehingga aksi pembantaian keji terhadap enam anggota FPI dilakukan oleh polisi.

"Pengusutan internal polisi pasti ada conflict of interest," tukasnya.

baca juga
Fadli Zon sebut Indonesia darurat HAM (Twitter/fadlizon)
Fadli Zon sebut Indonesia darurat HAM (Twitter/fadlizon)

Enam Anggota FPI Ditembak Mati

Sebanyak enam anggota Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta - Cikampek.

Keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu telah dimakamkan pada Rabu (9/12/2020) pagi.

Lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enam Laskar FPI Tewas, Mardani Ali: Peristiwa Pelanggaran HAM Berat

Enam Laskar FPI Tewas, Mardani Ali: Peristiwa Pelanggaran HAM Berat

Jogja | Kamis, 17 Desember 2020 | 16:04 WIB

Fadli Zon ke Mahfud MD: Gimana Cara Cari Keadilan Laskar FPI Dibunuh Polisi

Fadli Zon ke Mahfud MD: Gimana Cara Cari Keadilan Laskar FPI Dibunuh Polisi

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 16:36 WIB

Polisi VS Laskar FPI, Kak Seto Sebut 12 Anak dan Bayi Ikut Rombongan Rizieq

Polisi VS Laskar FPI, Kak Seto Sebut 12 Anak dan Bayi Ikut Rombongan Rizieq

Jakarta | Rabu, 16 Desember 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×