Jokowi Diledek Rocky Gerung Tak Pernah Baca: Istana Norak, Demokrasi Mati

Reza Gunadha, Hernawan

Sabtu, 19 Desember 2020 | 19:22 WIB
Jokowi Diledek Rocky Gerung Tak Pernah Baca: Istana Norak, Demokrasi Mati
Rocky Gerung dan Jokowi (Instagram @jokowi)

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menilai demokrasi Indonesia kini telah mati apabila melihat berbagai fenomena yang marak terjadi belakangan ini.

Rocky Gerung mengatakan, kehidupan politik saat ini tengah macet. Sebab, sejumlah fasilitas demokrasi seperti pers, kebebasan berpikir, dan kebebasan ekspresi terkesan sangat dibatasi.

Pernyataan itu dikemukakannya lewat sebuah video berjudul "Istana Norak, Demokrasi Indonesia Sudah Mati" yang diunggah dalam Kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (19/12/2020).

"Ya sekadar mengingatkan, era yang demokrasi sudah sedang berakhir dan itu keterangan dunia nasional dalam melihat Indonesia Tidak mengherankan bila akhirnya seluruh fasilitas yang disediakan oleh demokrasi yaitu pers, pikiran bebas, ekspresi, akhirnya harus dimusuhi," kata Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com.

Rocky Gerung kemudian menyinggung soal hacker yang menurut dia ikut membunuh nafas demokrasi Indonesia. Sebab, hacker dinilai oleh dia menghambat perdebatan publik di dunia digital.

Rocky Gerung Sebut Demokrasi Mati (YouTube/RockyGerungOfficial).
Rocky Gerung Sebut Demokrasi Mati (YouTube/RockyGerungOfficial).

Padahal, diskusi di media sosial merupakan salah satu bentuk dari kebebasan berekspresi dan berpendapat setiap warga negara.

Oleh sebab itu, Rocky Gerung kemudian menyebut demokrasi Indonesia sebenarnya sudah mati. Hal itu menurut dia bisa ditandai dari pernyataan Presiden Jokowi tempo hari.

Rocky Gerung menyoroti Presiden Jokowi yang mengatakan "negara tidak boleh kalah".

"Saya kira demokrasi mati karena presiden udah ucapkan itu kemarin bahwa negara tidak boleh kalah. Bagaimana mungkin negara tidak boleh dikalahkan, yang mesti dikalahkan siapa," ujar Rocky Gerung.

baca juga

Dengan tegas, Rocky Gerung lalu menilai pernyataan itu menandakan Jokowi memiliki pikiran yang buruk. Pernyataan tersebut menurut Rocky Gerung menandakan Jokowi telah mengintervensi keadilan.

"Ini pikiran buruk. Gak ngerti negara hukum dibuat untuk mengawasi kekuasaan negara. Bukan kepala negara yang minta buat negara gak boleh kalah," terang Rocky Gerung.

"(Pernyataan itu) Hinaan terhadap sistem keadilan kita. Presiden itu mengintervensi keadilan. Nanti kalau (dalam kasus) Habib Rizieq negara tidak boleh kalah, itu intervensi, noraknya cara berpikir istana," tegasnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Rocky Gerung melihat Jokowi tidak paham kekuasaan. Dia tampak curiga apakah Jokowi sebenarnya tidak pernah membaca buku sejarah konstitusi sehingga tidak paham politik dunia.

Orang-orang Istana juga tidak luput disentil Rocky Gerung. Sebab, mereka membiarkan Jokowi seperti itu.

"Presiden gak paham kekuasaan. Betul-betul beliau gak pernah membaca sejarah konstitusi, tidak paham politik dunia. Sebetulnya di sekitar dia banyak Phd yang sebenarnya bodoh juga alias norak, atau dengan kata lain dungu. Bagiamana mungkin ucapan presiden muncul. Kan negara itu bagian di dalam proses hukum," tandas Rocky Gerung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abdillah Toha: Tuhan FPI Selalu Tidak Jelas yang Mana

Abdillah Toha: Tuhan FPI Selalu Tidak Jelas yang Mana

News | Sabtu, 19 Desember 2020 | 14:05 WIB

3 Anak Bawa Pedang: Hei Megawati dan Jokowi, Jangan Sombong!

3 Anak Bawa Pedang: Hei Megawati dan Jokowi, Jangan Sombong!

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 19:20 WIB

Aksi 1812 Bela Habib Rizieq, Rocky Gerung: Kecemasan Pemerintah Tinggi

Aksi 1812 Bela Habib Rizieq, Rocky Gerung: Kecemasan Pemerintah Tinggi

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 14:21 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×