Kawasan Mangrove Pariaman Bakal Diubah Jadi Wisata Minat Khusus

Erick Tanjung

Jum'at, 01 Januari 2021 | 11:03 WIB
Kawasan Mangrove Pariaman Bakal Diubah Jadi Wisata Minat Khusus
Tracking atau penjelajahan di kawasan mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/HO-KKP

Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP menyatakan, tracking atau penjelajahan di kawasan mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, dapat diubah menjadi lokasi wisata minat khusus di ranah Minang.

"KKP tak henti berupaya menjadikan hutan mangrove Pariaman sebagai destinasi wisata minat khusus untuk mendukung konservasi mangrove di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman," kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) TB Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan pembangunan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir atau PRPEP berupa Tracking Mangrove di lokasi tersebut.

Menurut dia, PRPEP dibangun dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pesisir berkelanjutan.

"Tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, PRPEP juga difungsikan untuk destinasi wisata masyarakat atau pun wisata ilmiah," ujar Tebe.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Muhammad Yusuf, mengutarakan harapan agar munculnya dampak ekonomi dari setiap upaya konservasi bagi masyarakat di sekitar hutan mangrove.

Untuk itu, ujar dia, pembangunan kemasyarakatan dinilai menjadi dasar dalam pembangunan tracking mangrove tersebut.

"Berharap tracking yang dibangun ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, bahwa kawasan konservasi juga bisa memberi manfaat. Selain ikan bertambah, ada aspek lain yang masyarakat dapatkan di sana," imbuhnya.

Yusuf mengemukakan bahwa bantuan KKP ini dapat menjadi titik awal untuk memoles kawasan konservasi agar tetap bertahan dari tekanan pembangunan yang membabat alam. Melalui kegigihan dan inovasi, lanjutnya, apa yang telah terbangun bisa berkembang besar, hingga nanti bisa menyejahterahkan masyarakat setempat.

baca juga

Senada, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri mengingatkan agar yang telah diterima menjadi tanggung jawab bersama sehingga bantuan dapat dimanfaatkan berkelanjutan.

"Melanjutkan apa yang telah ada, tanggung jawab kita bersama. Bisa sukses, meningkatkan lingkungan lebih baik, menyejahterahkan masyarakat setempat, kelompok bisa beraktivitas. Tinggal memberi inovasi, belajar menjiwai. Berpikir jangka panjang sehingga bantuan bisa berkelanjutan," ucap Yosmeri. Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

879 Polisi di Sumatera Barat Terpapar Corona, 8 Orang Meninggal Dunia

879 Polisi di Sumatera Barat Terpapar Corona, 8 Orang Meninggal Dunia

Sumut | Kamis, 31 Desember 2020 | 14:48 WIB

Libur Tahun Baru, Pemkot Pariaman Tutup Objek Wisata

Libur Tahun Baru, Pemkot Pariaman Tutup Objek Wisata

Sumbar | Kamis, 31 Desember 2020 | 11:05 WIB

Cegah Covid-19, Objek Wisata di Pariaman Tutup Saat Libur Tahun Baru

Cegah Covid-19, Objek Wisata di Pariaman Tutup Saat Libur Tahun Baru

News | Kamis, 31 Desember 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Gaji Naik Secepat Siput, Harga Rumah Melesat bak Roket Luar Angkasa

Gaji Naik Secepat Siput, Harga Rumah Melesat bak Roket Luar Angkasa

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:55 WIB

336 Karhutla Melanda Palangka Raya, Jekan Raya Jadi Wilayah Terparah

336 Karhutla Melanda Palangka Raya, Jekan Raya Jadi Wilayah Terparah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:51 WIB

Gaya Y2K Karina aespa dalam Sneakers Chunky Converse yang Bikin Kaki Tampak Jenjang

Gaya Y2K Karina aespa dalam Sneakers Chunky Converse yang Bikin Kaki Tampak Jenjang

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:45 WIB

336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan

336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Nasib Karier Working Mom: Mengapa Dunia Kerja Belum Beri Ruang yang Setara?

Nasib Karier Working Mom: Mengapa Dunia Kerja Belum Beri Ruang yang Setara?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Ciri-Ciri Tidak Cocok Memakai Air Mawar Viva, Kenali 5 Tandanya

Ciri-Ciri Tidak Cocok Memakai Air Mawar Viva, Kenali 5 Tandanya

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:45 WIB

4 Kulkas Mini Portable untuk Kamar Kos dan Ruang Kerja, Harga Mulai Rp1,5 Jutaan

4 Kulkas Mini Portable untuk Kamar Kos dan Ruang Kerja, Harga Mulai Rp1,5 Jutaan

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Belajar Batas Diri dan Empati dari Petualangan Seru Truk Derek Toad

Belajar Batas Diri dan Empati dari Petualangan Seru Truk Derek Toad

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:41 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:40 WIB

×