Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Kemendag: Stok Kedelai Melimpah

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 04 Januari 2021 | 11:53 WIB
Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Kemendag: Stok Kedelai Melimpah
Sebagai ilustrasi: Pekerja melakukan proses pengolahan kacang kedelai di kawasan mampang prapatan, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Perajin tahu dan tempe mogok produksi lantaran naiknya harga kedelai. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok tempe dan tahu akan tetap tersedia untuk masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengatakan, bahwa stok kedelai yang ada masih cukup guna memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe nasional. Dengan demikian ia menjamin tahu dan tempe tetap tersedia.

"Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu tempe Indonesia. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin," kata Suhanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Suara.com, Senin (4/1/2021).

Suhanto menyebut kalau pihaknya melakukan koordinasi dengan Gakoptindo. Dari situ, Kemendag mendapatkan informasi kalau harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp 9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500/kg pada Desember 2020.

Di sisi lain, Suhanto mengungkapkan kalau stok kedelai di gudang importir tersedia sekitar 450 ribu ton berdasarkan data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo).

"Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150.000-160.000 ton/bulan, maka stok tersebut seharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 2-3 bulan mendatang," jelasnya.

Aksi mogok produksi yang dilakukan perajin tahu dan tempe wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi berlangsung sejak Kamis (31/12/2020). Aksi yang dipicu naiknya harga kedelai, akan berakhir pada Minggu (3/1/2021).

Ketua Bidang Hukum Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia Fajri Safii dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020) mengatakan aksi mogok produksi tersebut terpaksa dilakukan mengingat harga kedelai naik hingga 35 persen.

Menurut dia, saat ini lonjakan harga kedelai mencapai kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000. Sedangkan, harga kedelai pada bulan lalu, ungkapnya, hanya di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.500.

baca juga

"Kenaikan harga kedelai sebesar itu menyebabkan para pengrajin tahu mogok produksi karena tidak sanggup lagi membeli kedelai," kata Fajri Safii.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedelai Mahal, Bentuk Tahu di Klaten Menjadi Seperti Ini

Kedelai Mahal, Bentuk Tahu di Klaten Menjadi Seperti Ini

Surakarta | Senin, 04 Januari 2021 | 10:56 WIB

Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu di Klaten Kelimpungan

Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu di Klaten Kelimpungan

Surakarta | Senin, 04 Januari 2021 | 10:28 WIB

Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu di Bantul Menjerit

Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu di Bantul Menjerit

Jogja | Senin, 04 Januari 2021 | 07:27 WIB

Harga Kedelai Meroket Berdampak Serius Pada Kelangsungan Usaha

Harga Kedelai Meroket Berdampak Serius Pada Kelangsungan Usaha

Surakarta | Minggu, 03 Januari 2021 | 19:27 WIB

Produsen Tahu Tempe Mogok: Pemerintah Harus Sadar Ketergantungan Impor

Produsen Tahu Tempe Mogok: Pemerintah Harus Sadar Ketergantungan Impor

Jawa Tengah | Minggu, 03 Januari 2021 | 19:15 WIB

Pemerintah Harus Cepat Atasi Pangkal Persoalan Produsen Tahu Tempe Mogok

Pemerintah Harus Cepat Atasi Pangkal Persoalan Produsen Tahu Tempe Mogok

Bisnis | Minggu, 03 Januari 2021 | 19:02 WIB

Imbas Kedelai Mahal, Ukuran Tahu dan Tempe Jadi Lebih Kecil

Imbas Kedelai Mahal, Ukuran Tahu dan Tempe Jadi Lebih Kecil

News | Minggu, 03 Januari 2021 | 17:37 WIB

Terkini

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

×