Sempat Langka di Awal 2021, Pasokan Tahu dan Tempe di Pasar Kembali Normal

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 05 Januari 2021 | 12:39 WIB
Sempat Langka di Awal 2021, Pasokan Tahu dan Tempe di Pasar Kembali Normal
Pedagang Tahu dan Tempe. (Suara.com/Mohammad Fadil Djailani

Suara.com - Pasokan bahan kebutuhan pokok, yakni tahu dan tempe kini kembali normal di pasar tradisional setelah sebelumnya mengalami kelangkaan di awal tahun 2021. Sebelumnya banyak keluhan dari pedagang seputar kelangkaan tahu dan tempe tersebut.

Kelangkaan ini diakibatkan karna melonjaknya harga kedelai, yang mengakibatkan banyak pabrik menghentikan produksi tahu dan tempe.

Terkait hal itu, Suara.com mencoba memantau langsung terkait keberadaan tahu dan tempe di beberapa pasar tradisional di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021). 

Dari hasil pantauan tersebut, pasokan tahu dan tempe sudah di pasar terlihat kembali normal.

Samino, salah satu pedagang di Pasar Kemiri Muka, Depok mengaku kekinian sudah bisa berjualan tahu dan tempe yang sempat langka. 

“Iya hari ini udah mulai normal kayanya, ini baru aja habis tahu sama tempenya. Kemarin emang sempat langka, tapi udah normal kok” ujar Samino saat ditemui Suara.com.

Namun, Samino menduga alasan bahan pokok itu sempat mengalami kelangkaaan karena libur tahun baru.

Gak tahu deh itu gara-gara impor, tapi sepengetahuan saya karena ada libur tahun baru aja. Kalau misalkan saya bilang iya karena impor takut salah, soalnya ya karena libur aja,” ujarnya. 

Berbeda dengan Samino, Ronten, pedagang lain menganggap bahwa kelangkaan tahu dan tempe disebabkan karena melonjaknya harga kedelai, yang akhirnya membuat banyak pabrik berhenti beroperasi.

baca juga

“Iya kan harga kedelainya mahal, jadi banyak tuh pabriknya istirahat. Udah biasa itu kalau harga kedelai naik, pabriknya berhenti dulu. Kemarin daging juga gitu kok” tutur Ronten.

Penampakan sembako yang dijua pedagang di pasar tradisional di kawasan Depok. (Anggi Rizki Govaldi)
Penampakan sembako yang dijua pedagang di pasar tradisional di kawasan Depok. (Anggie Rizki Govaldi)

Mogok Produksi

Sebelumnya, aksi mogok produksi yang dilakukan perajin tahu dan tempe wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi berlangsung sejak Kamis (31/12/2020). Aksi yang dipicu naiknya harga kedelai, akan berakhir pada Minggu (3/1/2021).

Ketua Bidang Hukum Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia Fajri Safii dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020) mengatakan aksi mogok produksi tersebut terpaksa dilakukan mengingat harga kedelai naik hingga 35 persen.

Menurut dia, saat ini lonjakan harga kedelai mencapai kisaran Rp9.000 sampai Rp10.000. Sedangkan, harga kedelai pada bulan lalu, ungkapnya, hanya di kisaran Rp7.000 sampai Rp7.500.

"Kenaikan harga kedelai sebesar itu menyebabkan para pengrajin tahu mogok produksi karena tidak sanggup lagi membeli kedelai," kata Fajri Safii.

Pekerja mengangkat kacang kedelai saat produksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pekerja mengangkat kacang kedelai saat produksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Harga Kedelai Dunia Naik

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menerangkan bahwa harga kedelai dunia meningkat  dikarenakan melonjaknya permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar. 

Tiongkok melakukan permintaan kedelai dua kali lipat dari 15 juta ton menjadi 30 juga ton pada Desember 2020. Permintaan tersebut mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat,
seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah yang juga berimbas kepada pasokan untuk negara importir termasuk Indonesia. 

"Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas," kata Suhanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Suara.com, Senin (4/1/2021). 

Kata Suhanto, penyesuaian harga yang dimaksud secara psikologis diperkirakan akan berdampak pada harga di tingkat importir pada Desember 2020 sampai beberapa bulan mendatang. 

Pekerja mengangkat kacang kedelai saat produksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pekerja mengangkat kacang kedelai saat produksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Lebih lanjut, Suhanto menerangkan bahwa harga kedelai dunia tercatat mencapai USD 12,95/bushels pada Desember 2020. Harga tersebut naik 9 persen dari bulan sebelumnya. 

Bahkan berdasarkan data dari The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar USD 461/ton atau naik 6 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat USD 435/ton.

Suhanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) untuk menyesuaikan harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor. Adapun harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp 9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500/kg pada Desember 2020 atau sekitar 3,33-5,56 persen.

"Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu-tempe Indonesia. Dengan penyesuaian  harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin." (Anggie Rizki Govaldi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angin Segar bagi Perajin Tahu Tempe, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Kedelai Rp2.000/Kg

Angin Segar bagi Perajin Tahu Tempe, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Kedelai Rp2.000/Kg

Foto | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:20 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Berdayakan Pengrajin Tahu Tempe

Program Makan Bergizi Gratis Berdayakan Pengrajin Tahu Tempe

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 17:55 WIB

Bisa Bantu Jaga Fungsi Tubuh, Ini 4 Rekomendasi Makanan yang Mengandung Fosfor

Bisa Bantu Jaga Fungsi Tubuh, Ini 4 Rekomendasi Makanan yang Mengandung Fosfor

Your Say | Sabtu, 16 Juli 2022 | 11:50 WIB

Terkini

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan

Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:51 WIB

Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional

Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:22 WIB

×