alexametrics

Doni Prediksi PSBB Jawa-Bali Bisa Tekan Kasus Covid Sebesar 20 Persen

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Doni Prediksi PSBB Jawa-Bali Bisa Tekan Kasus Covid Sebesar 20 Persen
Doni Monardo

"Kami ulangi lewat pembatasan, dan kami harapkan persentasenya lebih besar dari pada periode September awal, jadi kalau saat itu penurunan 20 persen..."

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menargetkan angka kasus aktif corona di Indonesia bisa berkurang 20 persen setelah diterapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian daerah di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021.

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo menyebut PSBB kembali ini sama dengan upaya pemerintah menurunkan kasus aktif pasca libur panjang September 2020 lalu.

Berdasarkan catatan Satgas, hingga hari Rabu (6/1/2021), jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia mencapai 112.593 kasus. Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di sembilan provinsi sudah mencapai lebih dari 70 persen.

"Kami ulangi lewat pembatasan, dan kami harapkan persentasenya lebih besar dari pada periode September awal, jadi kalau saat itu penurunan 20 persen, dan kita berharap periode ini persentase kita turunkan itu jauh lebih besar," kata Doni dalam jumpa pers virtual, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Aturan Teknis PSBB Ketat Jawa-Bali Ditentukan Kepala Daerah

Oleh sebab itu dia meminta pemerintah daerah untuk kembali mengaktifkan posko-posko Covid-19 guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat di tingkat kelurahan hingga mencakup RT dan RW.

"Kembali aktifkan posko di seluruh provinsi/kabupaten/kota dalam rangka menegakkan protokol kesehatan, bagi mereka yang abai tentu perlu diberikan sanksi," tegasnya.

Adapun pembatasan aktivitas meliputi pembatasan di tempat kerja dengan work from home sebanyak 75 persen dengan melakukan protokol kesehatan dengan ketat.

Kemudian kegiatan belajar-mengajar seluruhnya melalui daring. Sektor esensial berkaitan kebutuhan pokok tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta penerapan protokol kesehatan ketat.

Pembatasan jam buka kegiatan di pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB. Makan dan minum di tempat maksimal 25 persen dari kapasitas tempat, dan pemesanan take away atau delivery tetap diizinkan.

Baca Juga: Aturan PSBB Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021

Selanjutnya kegiatan konstruksi tetap diizinkan 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Komentar