Penantian Keluarga Pilot dan Penumpang Sriwijaya Air: Mohon Doa Terbaik

Siswanto, BBC

Senin, 11 Januari 2021 | 13:25 WIB
Penantian Keluarga Pilot dan Penumpang Sriwijaya Air: Mohon Doa Terbaik
BBC

Suara.com - Hingga Minggu (10/01) sore pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 beserta penumpang dan awak pesawat masih terus dilakukan.

Polri akan memulai proses identifikasi mulai Senin (11/01) dan berharap keluarga korban membantu dengan membawa tanda identitas korban berupa berkas apapun yang mungkin dapat berguna.

BBC Indonesia menemui sejumlah keluarga penumpang serta keluarga pilot Sriwijaya Air SJ182, menangkap kecemasan, rasa sedih mereka, juga harapan dan doa terbaik.

Matahari pagi menyinari rumah putih dua tingkat di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat itu ketika Dwiki Marta, jurnalis video BBC Indonesia tiba di sana pada Minggu (10/01). Namun suasana murung terasa kental di kediaman Afwan, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Kerabat datang dan bergiliran masuk ke dalam rumah dengan protokol ketat Covid-19. Petugas PMI juga tampak bersiaga di depan gerbang, mengukur suhu tubuh para tamu yang ingin memberikan tanda simpati dan menguatkan keluarga.

Sampai hari Minggu pagi, keluarga masih menanti kabar tentang Afwan yang juga merupakan mantan penerbang TNI AU itu.

"Kami masih menunggu konfirmasi dari Sriwijaya Air. Belum ada kabar sama sekali,"kata Ferza Mahardhika, keponakan Afwan yang ditunjuk keluarga jadi juru bicara.

Sementara istri dan ketiga anak perempuan Afwan dikatakan berada di dalam rumah. Diketahui ketiga anak pilot Sriwijaya Air itu masih duduk di bangku SMP, SD, dan yang paling kecil baru masuk TK.

Berbagai kenangan akan pilot Afwan yang kerap dipanggil Pak Haji pun menguar. Sejumlah teman Afwan yang tengah bertamu bercerita bahwa pria usia 54 tahun itu terkenal dengan peci putihnya. Bahkan saat di dalam kokpit Afwan juga suka memakai peci putih bukan topi pilot.

baca juga

"Dia orang yang sangat baik. Baik terhadap semua orang, ia suka mengingatkan kami mengenai pentingnya beribadah. Saya seharusnya bertemu dia pada hari ia terbang, tapi karena jadwal penerbangan diubah, dia bilang pertemuan kami batal. Ia bilang ' maaf pertemuan kita batal ya'," tutur Jamal salah satu teman Afwan.

Di lingkungan perumahannya, Afwan juga dikenal sering memberikan tausiyah dan selalu ibadah di masjid perumahan untuk shalat lima waktu. Namun sejak pandemi virus corona, Afwan mengikuti aturan dan protokol. Sejumlah warga sempat bertemu dengan Afwan pada hari Jumat(08/01), sehari sebelum pesawat yang dipilotinya dinyatakan hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

"Hari itu ia pergi dengan tergesa-gesa, bahkan bajunya belum disetrika. Biasanya ia selalu rapi. Ia juga meminta maaf pada anak-anaknya. Kami masih tidak percaya kenyataan ini. Mohon doakan yang terbaik untuk paman saya dan keluarga," kata Ferza Mahardhika.

Penantian keluarga penumpang

Berdoa dan menanti dengan harapan yang terbaik bagi para penumpang dan awak pesawat. Demikian yang kini terus ada di benak para keluarga. Afrida, salah satunya. Ibu di Padang, Sumatera Barat ini amat berharap anaknya menjadi korban pesawat yang selamat.

Afrida mengatakan anaknya, Angga Fernanda Afrion, menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 untuk kembali bekerja sebagai kru kapal tongkang batubara di Pontianak.

"Jumat (08/01) sekitar jam 23.00 WIB, dia menelpon ke saya dan memberitahu ingin balik ke Pontianak karena kapalnya rusak dan dapat perintah dari bos untuk menariknya. Biasanya, dia naik kapal ke mana-mana, jarang sekali naik pesawat," kata Afrida kepada wartawan di Padang, Agus Embun, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Angga, menurut Afrida, berdomisili di Jakarta bersama istrinya dan seorang anak yang baru berusia satu minggu.

" Keluarga berharap, kalau bisa Angga selamat. Jika ada jasadnya, bisa dibawa pulang dan dikuburkan oleh pihak keluarga dengan layak. Saat ini, anggota keluarga yang lain masih melakukan pencarian terhadap Angga di Jakarta. Jika boleh, saya mau ke Jakarta ikut membantu mencari informasi tentang Angga, tapi karena pandemi ini belum bisa sepertinya."

Di Pontianak, Kalimantan Barat, puluhan orang keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air juga masih menanti hasil pencarian pesawat. Widianingsih, wartawan yang melaporkan untuk BBC Indonesia menggambarkan suasana Sabtu (09/01) malam di Bandara Supadio. Para keluarga menanti dengan cemas, sejumlah orang di antaranya menangis karena sangat khawatir.

Sekitar pukul 18.00 WIB hari itu, ketika kepastian akan kabar istri dan tiga orang anaknya tak kunjung tiba, Yaman Z. Zai terisak-isak dan berulang kali menghapus air mata dengan tangannya sambil menelepon, berbicara dengan bahasa daerah.

Yaman telah menunggu lama di bandara saat itu, ia berpikir pesawat yang ditumpangi istri dan ketiga buah hatinya hanya terlambat biasa. Namun kabar yang kemudian membenarkan pesawat itu hilang kontak dan jatuh membuatnya shock luar biasa.

"Istri saya baru mengirimkan foto bayi kami, baru usia 11 bulan, sebelum bertolak. Bagaimana hati saya tidak hancur," katanya sambil menangis.

Yaman yang merupakan orang asli Sumatera Utara menuturkan ia sudah setahun bekerja di Pontianak. Sedianya, Sabtu (09/01) itu istri dan anak-anaknya pulang usai liburan akhir tahun.

Perkembangan pencarian

Hingga Minggu (10/01) sore, pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilakukan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan lokasi black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah ditandai.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama, black box bisa kita temukan," kata Hadi dalam jumpa pers, pukul 15.40 WIB.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, menambahkan pihaknya "meyakini itu black box. karena pancaran sinyal emergensi hanya dari dua alat tersebut."

Sementara dalam jumpa pers terpisah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, kepolisian menyatakan telah mendapatkan 21 sampel DNA keluarga dan menerima tujuh kantong jenazah yang berisi bagian tubuh. Mulai Senin (11/10) tim Disaster Victim Identification- DVI Polri akan mulai mengidentifikasinya. Disebutkan ada 306 personel DVI yang bertugas.

"Kami mohon pada keluarga untuk membantu tim DVI melaksanakan tugasnya. Keluarga bisa datang ke tempat-tempat yang telah kami tentukan, bisa memberikan identitas penumpang, bisa berupa kartu keluarga, ijazah dll. Keterangan apapun sungguh berarti untuk identifikasi," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

Untuk keluarga penumpang yang berada di luar Jakarta disarankan untuk datang ke kantor polisi terdekat, dan petugas akan melaporkannya pada RS Polri, Kramat Jati.

Pesawat komersial Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB pada Sabtu (09/01), empat menit setelah bertolak dari Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Kawal Langsung Penerbangan Perdana Maskapai Sriwijaya Air ke Wamena

Wamendagri Ribka Haluk Kawal Langsung Penerbangan Perdana Maskapai Sriwijaya Air ke Wamena

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 18:53 WIB

Profil Hendry Lie: Kekayaan, Bisnis dan Kasus Hingga Jadi Tersangka Korupsi Timah

Profil Hendry Lie: Kekayaan, Bisnis dan Kasus Hingga Jadi Tersangka Korupsi Timah

Bisnis | Rabu, 20 November 2024 | 06:30 WIB

Skandal Timah! Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Dibekuk Kejagung, Berawal dari Singapura

Skandal Timah! Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Dibekuk Kejagung, Berawal dari Singapura

Video | Selasa, 19 November 2024 | 13:00 WIB

Berapa Kekayaan Hendry Lie? Aset Vila Bernilai Puluhan Miliar Disita Kejagung

Berapa Kekayaan Hendry Lie? Aset Vila Bernilai Puluhan Miliar Disita Kejagung

News | Selasa, 19 November 2024 | 09:24 WIB

Dari Singapura untuk Perpanjang Paspor, Kejagung Ciduk Tersangka Kasus Timah Hendry Lie di Bandara Soetta

Dari Singapura untuk Perpanjang Paspor, Kejagung Ciduk Tersangka Kasus Timah Hendry Lie di Bandara Soetta

News | Selasa, 19 November 2024 | 00:00 WIB

Pendirinya Jadi Tersangka Korupsi Timah, Operasional Sriwijaya Air Terganggu?

Pendirinya Jadi Tersangka Korupsi Timah, Operasional Sriwijaya Air Terganggu?

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2024 | 13:55 WIB

Pemiliknya Jadi Tersangka Kasus Timah, Sriwijaya Air Terancam Gulung Tikar

Pemiliknya Jadi Tersangka Kasus Timah, Sriwijaya Air Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Senin, 29 April 2024 | 15:06 WIB

Profil dan Kiprah Hendry Lie, Bos Sriwijaya Air Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Timah

Profil dan Kiprah Hendry Lie, Bos Sriwijaya Air Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Timah

News | Senin, 29 April 2024 | 07:30 WIB

Sosok Pemilik Sriwijaya Air dan Sepak Terjangnya di Kasus Korupsi Timah Bareng Harvey Moeis Cs

Sosok Pemilik Sriwijaya Air dan Sepak Terjangnya di Kasus Korupsi Timah Bareng Harvey Moeis Cs

Lifestyle | Minggu, 28 April 2024 | 16:20 WIB

Profil Pendiri Sriwijaya Air yang Jadi Tersangka Korupsi PT Timah

Profil Pendiri Sriwijaya Air yang Jadi Tersangka Korupsi PT Timah

Bisnis | Minggu, 28 April 2024 | 12:35 WIB

Terkini

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:53 WIB

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 12:52 WIB

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota

7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:48 WIB

Listrik 24 Jam Segera Hadir di Pulau Tunda Serang

Listrik 24 Jam Segera Hadir di Pulau Tunda Serang

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 12:47 WIB

3 Sepeda Listrik Lipat United Paling Murah untuk Komuter, Hemat dan Anti Macet

3 Sepeda Listrik Lipat United Paling Murah untuk Komuter, Hemat dan Anti Macet

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:46 WIB

5 Alasan Penumpang Rela Membayar Lebih untuk Gerbong Mewah

5 Alasan Penumpang Rela Membayar Lebih untuk Gerbong Mewah

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 12:46 WIB

×